Aksi Debt Kolektor Di Pancur Batu Medan – Sumut Berujung Pidana

SN – Sumut || Terjadinya perampasan oleh Debt kolektor yang semakin merajalela di sumut ternyata dilakukan oleh pekerja nakal dari perusahaan finance, Hal tersebut terjadi di wilayah hukum pancur batu. Jumat,(22/11/2019)

Perampasan mobil berujung pidana memukulkan helm di kepala nasabahnya diduga dilakukan oleh debt kolektor pihak PT. Sinar Mitra Sejahtera (SMS Finance) yang patuh pada peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sehingga menciptakan pihak ke-3 yang mana pihak ke-3 tersebut memiliki anggota yang namanya Debt kolektor

Pemilik BPKB disebut finance, sebagai pihak pertama serahkan kuasa kepada pihak ke tiga seperti PT dan serahkan kuasa yang namanya substitusi lagi kepada perorangan agar penarikannya terarah pajaknya dan bisa disetorkan ke negara.

Seharusnya pada saat melakukan penarikan/Eksekusi Jaminan fidusia dilakukan dengan (3S) seperti Senyum, Sapa dan Salam.

Namun dalam perkara yang satu ini menurut informasi lapangan yang kami kutip sangatlah berbeda, ternyata arogannya para debt kolektor karena adanya yang namanya backup diduga anggota polri dari kesatuan brimob, sehingga para debt kolektor lebih pede dalam bertindak dan terjadi arogan.

Maraknya penarikan bersifat arogan sudah sangat sering kita dengarkan namun kekejaman debt kolektor yang satu ini sudah melebihi dari aturan pemerintahan (OJK) dimana jika pihak finance diduga tutup mata.

Adapun korban para debt kolektor kali ini, merupakan pekerja di Kantor Camat Merdeka Berastagi dimana sampai saat ini masih menjalani perawatan di Informasikan Seorang wanita Atas nama Nurmintaria (47) terpaksa di larikan ke puskesmas karena diduga di aniaya debt kolektor di simpang tuntungan kecamatan pancur batu

Tambahan informasi yang kami himpun dari lokasi kejadian, bahwa ada sekitar 8 orang pria berbadan tegap kekar sedang kejar-kejaran dengan kendaran yang ditumpangi oleh korban , dan setibanya di dekat simpang Tuntungan, diduga Seorang Debt kolektor berteriak dan mengaku menjadi korban tabrak lagi oleh kendaraan yang ditumpangi korban saat menuju kearah Pancur Batu .

Hal tersebut pun langsung mengundang sejumlah warga yang melintas dan berada di lokasi kejadian , seketika itu , Sang Debt kolektor pun dengan leluasa langsung memberhentikan dengan paksa kendaraan yang di incar nya, namun pada saat diberhentikan , sang supir pun tidak mau membuka pintu kendaraan nya .

Namun secara tiba – tiba seorang debt kolektor tersebut langsung memecahkan kaca sebelah kanan dan langsung mengambil kunci mobil B 1075 POK , seketika itu terjadi penganiayaan terhadap penumpang di dalam mobil tersebut pun terjadi karena teriakan para debt kolektor menyatakan Tabrak Lari.

Pasca kejadian , menurut pengakuan supir Indra Ginting , ada beberapa barang yang hilang dari dalam mobil yang di kemudikan nya , yaitu Laptop dan sejumlah barang yang berada di box dashboard mobil xenia juga hilang pungkasnya

Mirisnya lagi kata warga , tak satu pun personil kepolisian dari Polsek Pancur Batu yang datang ke lokasi untuk mengamankan kejadian yang menyebabkan satu wanita tak sadarkan diri ini.

Dari keterangan yang diceritakan Nurmintaria Boru Ginting kondisinya kini masih di opname di rumah sakit umum pancur batu. Sementara akibat kejadian itu Nurmintaria Boru Ginting  sudah melaporkan ke Polsek Pancur Batu dengan nomor LP/374/XI/2019/Restabes Medan/Sek Pcr Batu tanggal 22 November 2019.

Korban pun berharap agar pihak penegak hukum segera menindak tegas para debt collector yang meresahkan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *