Asuransi Bumi Putra Diduga Tidak Bayar Pelanggannya Dan Menyalahkan OJK

Siasatnusantara.com – Binjai || Asuransi Bumi putra yang selama ini sudah sangat dipercaya oleh masyarakyat tiba-tiba saat diminta pencerahannya terkait pencairan dana sangat berbelit belit hal itu ditanyai oleh nasabahnya tentang asuransinya yang selama ini dijanjikan akan cair

Hal itu dilakukan dikantornya yang berada di binjei di jalan soekarno hatta, kec.Binjei timur kotamadya Binjei, Jum’at (15-11-2019)

Adapun nasabahnya yang menjadi korban mendatangi kantor Bumi putra tersebut atas nama inisial, sc, dn, elf, win, tma, lz, trm, yt. Karena mereka merasa ditipu atas pembayaran asuransi yang sudah dibayarnya selama beberapa tahun ini.

Dalam hal itu pihaknya merasa sangat kecewa terkait asuransi pendidikan beserta asuransi jiwa yang selama ini dibayar sudah tahunan namun saat ditanya ternyata alasannya berbelit-belit.

Setelah agencinya membawa para nasabahnya terkait pencairannya ke kantor binjei dan bertemu dengan salah seorang pimpinan Asuransi tersebut dan memperkenalkan diri yang namanya Taufik

Begini cerita taufik pimpinan Bumi Putra :

Ada investor masuk sebesar 30 triliun dengan adanya investor masuk klo meninggal smua nasabah secara individu katanya tidak kewalahan bayarnya dan berangsur2 akan berpindah ke PT

Perusahaan ini terdiri dari Direksi 5 tambah BPA (Badan Perwakilan Anggota) yang mana kita angkat sekarang ini bapak profesor Dr. ir ibnu hajar damanik msc saat itu sebagai Rektor unimed karna dia pemegang polis yang terbesar dan banyak.

Bapa ini fungsinya mengangkat dan memberhentikan direktur, dengan adanya OJK kami senang karna ojk ini sebagai pengawas dari luar dan sudah ada juga pengawasan dari dalam.

Tapi kenyataannya semakin ruet maksudnya ya inilah kejadiannya (Tahun 2016 itu dipaksakan yang bentuknya PT) dalam hal itu setelah di brendel 2016 tetap dilayani termasuk 2017 tetap dilayani dan dibayarkan namun 2018 Tanpa kita ketahui cucunya pendiri ini menggugatlah namanya ojk 2016 digugat dan 2018 ternyata bumi putra itu menang dan kami pun heran ngapain pula digugat klo hanya ganti baju aja.

Jadi tahun 2015 kami semua disetujuilah dikantor Bumi Putra medan ntuk dijadikan PT oleh pemerintah lewat OJK, dibuatlah ini seperti mencual yang artinya usaha bersama dan pemegang polis sebagai nasabah bumi putra sekaligus juga sebagai penanam saham

Bisa dikatakan jika pemengang polis ini sebagai owner dan kami ini Menjalankan aja kata kasarnya sebagai pesuruhlah.

Begitulah Pungkas pimpinan Asuransi tersebut yaitu bapak Taufik saat menjawab para nasabahnya.

Bagaimana tentang Asuransi yang dibayarkan selama ini yang sampai sampai susah mencicil setiap bulannya? nah dari jawaban pimpinan asuransi tersebut tidak mendapatkan yang namanya jawabannya dan hanya disuruh tetap membayarnya.

Dalam penjelasannya diduga jika asuransi sudah melakukan pembohongan publik dimana keyakinan masyarakyat selama ini jawabannya hanya begitu saja.

“Sangatlah kami kecewa bang, bagaimana uang kami sudah hampir 60juta didalam dan setelah kami tagih katanya perusahaan mereka sedang sakit. padahal janji pertamanya kemarinkan semua bisa dicairkan sesuai kontrak” Pungkas nasabahnya Up kepada media (Skn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *