BNI Salurkan Fasilitas KUR & Bagikan CSR Kepada Petani Dairi

Siasatnusantara.com – Sidikalang || Bank Nasional Indonesia (BNI) menyalurkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan membagikan dana CSR dalam bentuk alat Soil & Weather Sensor RiTx (alat pendeteksi suhu dan kelembapan tanah), sebanyak 2 unit kepada para petani yang ada di Kabupaten Dairi pada acara sarasehan gerakan menyongongsong pertanian 4.0 yang diadakan di Desa Bangun, Kecamatan Parbuluan pada Rabu (20/11/2019).

Kegiatan sarasehan tersebut di hadiri langsung oleh Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Berutu, bersama denga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Dairi Ny. Romy Mariani Eddy Berutu, Gubernur Sumatera Utara yang di wakili oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Direktur Tresuri dan Internasional BNI Bob Tyasika Ananta serta para petani khususnya petani kopi Kabupaten Dairi yang berjumlah 300 orang.

Dalam sambutannya, Direktur Tresuri dan Internasional BNI mengatakan Kopi Sidikalang yang sudah terkenal akan khas dan aromanya telah banyak di nikmati oleh pecinta kopi nusantara hingga penjuru dunia.

Oleh karena itu, Ia katakan BNI hadir dengan teknologi smart farming untuk mengembalikan kejayaan kopi sidikalang hingga ke mancanegara.

 “Ini spirit yang luar biasa dari Pak Bupati yang menginginkan kembalinya kejayaan kopi sidikalang hingga ke dunia dimana saat para penggemar kopi di dunia sedang trend untuk minum kopi dan secara ekonomi pastinya akan berdampak kepada para petani kopi,” ujarnya.

Melalui gerakan menyongongsong pertanian 4.0 ini, Ia katakan BNI ingin meningkatkan produktivitas para pertani melalui teknologi smart farming. Gerakan menyongongsong pertanian 4.0 ini Ia katakan di inisiasi oleh BNI yang berkolaborasi dengan Kementrian Pertanian, Kementrian Kominfo, Kementrian Desa, PT. PPI dan PT. Mitra Sejahtera Membangun Bangsa dengan memanfaatkan kemajuan teknologi smart farming 4.0 yang menerapkan teknologi sensor tanah dan cuaca sehingga dapat memantau kondisi lahan secara real time.

“Dengan teknologi tersebut di harapkan data pertanian akan lebih terukur dan presisi sehingga membantu petani meningkatkan produktifitas dan efisiensi,” ujarnya. 

Gubernur Sumatera Utara dalam sambutannya yang disampaikan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura mengatakan, teknologi memegang peranan penting dalam membangun pertanian sehingga Pemerintah berinisiatif meningkatkan produksi pertanian dengan menuangkan revolusi industri di bidang pertanian guan menjawab tantangan zaman menhgadapi era industri 4.0.

Pemanfaatan teknolgi tersebut Beliau katakan harus di dukung dengan SDM pertanian yang handal, namun menurut sensus pertanian 2019 pendidikan petani yang pernah sekolah menengah atas sampai perguruan tinggi hanya lebih kurang sebanyak 23,90% sehingga menyebabkan pengolahan usaha tani kurang berkembang dan serapan teknologi belum dilaksanakan secara optimal.

Berdasarkan data BPS, Beliau katakan petani yang berusia 35 tahun ke bawah kurang lebih sebanyak 192 juta jiwa atau sekitar 14,41% dari jumlah petani yang ada di Sumatera Utara. “Pemberdayaan generasi petani milenial, menjadi petani milenial perlu di tingkatkan untuk penyiapan kebutuhan komptensi SDM menyongsong era industri 4.0,” ucap Beliau.

Pemerintah di katakan Beliau, telah melakukan berbagai kebijakan seperti pengembangan kawasan tanaman pangan dan holtikultura dan perkebunan, pengembangan teknologi, pengembangan penangkar benih, optimalisasi penggunaan alat pertanian serta pengembangan jalan produksi.

Sementara itu, Bupati Dairi dalam sambutannya mengatakan 49% dari dari luas lahan di Kabupaten Dairi adalah merupakan lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan bagi mayoritas masyarakat Kabupaten Dairi yang bekerja sebagai petani. Beliau katakan masalah pertanian tidak hanya dapat di selesaikan oleh satu lembaga atau satu kelompok saja, namun harus secara bersama sama.

“Misalnya kalau PPL jika di dampingi oleh Babinsa yang ada di setiap titik masyarakat barang kali mungkin akan lebih canggih pertaniannya,” ujar Beliau.

Petani di Kabupaten Dairi seperti halnya petani di Kabupaten lain sering mengalami banyak masalah, masalah yang utama dikatakan Beliau adalah tentang bibit, teknik budidaya pertanian, hama yang terus mengganggu tanaman serta masalah pemanenan.

“Terimakasih kepada perbankan yang turun tangan dengan slogan lepas dasi sejahterakan petani. Dengan kita bersama-sama maka upaya kita untuk mengangkat para petani kita ke level berikutnya pasti akan jauh lebih mudah. Semoga keunggulan kami di bidang pertanian bisa menembus pasar eksport dan kebutuhan akan dana investasi bisa datang dari luar yang bisa kita gunakan untuk membangun Kabupaten Dairi yang kita cintai ini,” ucap Beliau.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Direktur Pengembangan SDA dan Lingkungan Hidup Kementrian Desa PDTT Dr. Wirudi Hartoyo, Direktur Ekonomi Digital Kementrian Kominfo Ir. Wijayanto, M.M, Kepala Seksi Pertanian Kementrian Pertanian Ir. Lina Suprihati, Chief Marketing Officer PT. MSMB Trianita Hesti, M.BA; GM Bisnis Usaha Kecil BNI Bambang Setiatmojo, Head of Bussines Banking BNI Medan Evan Zulkarnaen, Kepala OJK Medan, Perwakilan Badan Otorita Danau Toba serta para Pimpinan OPD dan Camat se-Kabupaten Dairi. Dalam kegiatan tersebut, Bupati Dairi dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Dairi berama dengan Direktur Tresuri dan Internasional BNI melakukan panen kopi bersama di salah satu lahan kopi yang berada di lokasi tersebut.

Selain itu, Bupati Dairi juga mendengarkan pemaparan singkat dari Chief Marketing Officer PT. MSMB tentang alat smart farming yang telah di pasang di lahan kopi tersebut. (Tulus/Pistar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *