DPRD Provinsi Sumut Komisi D Tinjau Jalan Putus

SN – Simalungun || DPRD Provinsi Sumut Komisi D turun langsung meninjau jalan Besar tanah Jawa yang putus terbawa banjir, bersama PTPN IV,UPT dinas bina marga provinsi F.Zalucu, ketua komisi D Fraksi PDIP H.Anwar.S.Tarigan beserta rombongan lainnya Rony Reynaldo Situmorang, Tangkas M.tobing, Zainudin Purba, Edy Ritonga, Darwin Marpaung, Dedi Iskandar, Aulia Aqsa, Riri Siregar, Jumadi, Azmi Yuli, Tukari Talunohi, Akbar H.buchari langsung turun kelapangan untuk meninjau jalan putus tepatnya dinagori Marubun jaya kec.tanah Jawa, kab.simalungun Senin tgl 25/11/ 2019. Sekitar pukul 14.00 wib.

Ketua Fraksi Komisi D H.Anwar.S.tarigan mengatakan kami turun kesini tinjau jalan putus yang ada di kec.tanah Jawa untuk melihat langsung kejadian yang sebenarnya dan sudah sejauh mana pembangunannya yang sedang berjalan yang dikerjakan oleh pihak ketiga.

Sebelum kami turun ke lokasi kami sudah rapat di UPT bina marga provinsi dengan pihak PTPN IV di Pematang siantar.

Menurut H.Anwar Tarigan pembangunan jalan putus ini bisa selesai dengan cepat dan bagus dengan adanya bantuan dan kordinasi dengan pihak perkebunan PTPN untuk membenahi dibagikan hulu yang akhirnya air turun ke Nagori Marubun jaya.

Dan anggota Komisi D dari partai Nasdem Rony Situmorang,SH mengatakan ” kita tadi jam 10.00 wib rapat di kantor UPT bina marga bersama pihak PTPN IV dan kita langsung ke lokasi untuk meninjau kejadian yang sebenarnya.

DPRD provinsi Sumut sangat mendukung untuk percepatan pembangunan jalan penghubung tanah Jawa pem.siantar. karena aktifitas masyarakat sangat terganggu. Dan mereka berharap Dinas bina marga provinsi dan pihak Pemkab Simalungun agar bergerak cepat efektif dan efisien sehingga permasalahan jalan putus dapat diselesaikan, apalagi menjelang natal dan tahun baru, sebab jalan ini akses satu – satunya yang digunakan oleh masyarakat tanah Jawa, Huta Bayu, hatonduhan dan Jawa maraja bah Jambi.

Pihak PTPN IV sudah turun dan bekerja di lokasi kebun marihat untuk membuat pengalihan air kesungai sepanjang 1,5 km agar air yang datang dari hulu tidak bertumpu ke lokasi jalan putus ini akhirnya pembangunan jalan ini tidak terganggu lagi dan bisa berjalan dengan baik dan cepat ujar Rony mengakhiri. (Edy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *