Kakan Bpn Kota Medan Diduga Bekerja Sama Dengan Mafia Tanah

SN – Medan || Kemelut Tanah dikota Medan sekarang semakin banyak,dikarenakan mafia tanah berkembang biak.Salah satunya adalah masalah tanah di jalan alumunium raya simpang perbatasan jalan Metal Kelurahan Tanjung mulia Kecamatan Medan Deli.

Adalah Aman Daulat Pakpahan salah satu korban kejamnya mafia tanah yang berada dikota Medan.

Aman Daulat Pakpahan sendiri tinggal di jalan Pancing gg.Rela Kelurahan sidorejo Kecamatan Medan Tembung,Bliau adalah ahliwaris dari orang tuanya yaitu Japarlaungan Pakpahan.

Absalon saat memberi keterangan kepada awak Media mengatakan bahwa dasar hak surat tanah yang dimiliki Aman Daulat Pakpahan dibeli dari Tengku Harun Alrasyid pada tahun 1961 notarisnya Rusli oleh orang tua Daulat yaitu Japarlaungan Pakpahan.

Dan setelah itu ada perjanjian bersyarat antara Tanungsang dengan Aman Daulat Pakpahan dan ternyata kesepakatan itu tidak terpenuhi,dan telah dibatalkan oleh pengadilan pada Tahun 1985 dan memiliki bukti otentik.

Sopek sui alias suriadinata membeli tanah dari ahli waris Tengku Harun alrasyid yaitu tengku Jupri,dan Tengku Jupri menjual Tanah tersebut beralaskan Grand sultan no.265 tanggal 07/januari/1916.

Sementara alsahak orang tua dari Aman Daulat Pakpahan yaitu Japarlaungan Pakpahan pada tanggal 16/agustus/1926 dan terdaftar di BPN kota Medan.Pada saat sopek sui dari Tengku Harun Alrasyid notarisnya ialah Abdul Majib Hutagaol, saat ini sudah ditahan satu tahun karena memalsukan Grand Sultan no.265 tanggal 7/januari/1916,dan pada saat sidang bergulir antara sopek sui dan pihak-pihak yang lain yang mengaku memiliki tanah tersebut,Sopek sui telah kalah sampai PK,MA dan Sopek sui untuk menjual Tanah tersebut tidaklah berhak.

Absalon Sitanggang juga menambahkan bahwa memiliki bukti otentik pada tanggal 3/oktober/2019 ketua BHP Rita Uli SH MH,mengatakan bahwa tanah tersebut adalah milik Aman Daulat Pakpahan .

Wakil Komandan Satgas PDI Perjuangan SUMUT Guntur Turnip Mengatakan bahwa ia selaku kuasa Japarlaungan Pakpahan berhak untuk membela Aman Daulat Pakpahan karna ia juga sebagai anggota PDI Perjuangan yang memiliki KTA(Kartu Tanda Anggota) resmi,dan fungsi Satgas itu adalah mengamankan partai,dan dia melihat kader partainya terzolimi yang terdindas.

Guntur Turnip juga mengatakan kepada awak media Agar sampai kepada Instansi terkait bahwasannya ada Indikasi Dan Praduga BPN kota Medan Bekerja sama dengan Mafia tanah dan mengeluarkan sertifikat tanah tersebut baik SHM maupun HGB,bagaimana munggkin BPN mengeluarkan SHM dan HGB sampai ratusan sertifikat,sementara induk tanah tersebut no 202 dan 250 atas nama Aman Daulat Pakpahan.Luas tanah tersebut +_ 15 Ha setifikat SHM no.204 dan 250,dan masih banyak Timbul HGB yang lain dan dia memiliki bukti satu dari pemilik tanah perkara tersebut yang dikeluarkan oleh Fachrul Husein selaku KAKAN BPN kota Medan,yang berisikan Berdasarkan Grand Sultan 265 terdaftar.Lalu Guntur Turnip menambahkan ada bahasa pengkaburan didalam surat tersebut yang tidak menunjukkan tanggal dan Tahun surat tersebut.

Sempat terjadi polemik antara kuasa dari Aman Daulat Pakpahan dengan yang mengaku Pemilik tanah tersebut dari PT.Citra Agung Prima yaitu D.Sianipar untuk meminta mencopot Plang kepemilikan tanah, namun Plank tetap berdiri tegak,dan selanjutnya mereka akan mengajukan surat masing-masing kepada Instansi terkait untuk membuktikan Keaslian Kepemilikan Tanah tersebut. (Ms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *