Nelayan Tradisional Blokade Jalan Tuntut Copot Kepala PSDKP

SiasatNusantara.com BELAWAN(SUMUT) – Tuntut copot Kepala Kantor Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan Perikanan (PSDKP), Donny, tigaratusan nelayan tradisional memblokade Jalan Pelabuhan Perikanan Belawan, Kamis, (7/11/2019).

Aksi demo massa nelayan sedari pagi hari tersebut meminta kepala Menteri Kelautan dan Perikanan agar segera mencopot Kepala PSDKP yang dianggap tak mampu menertibkan pukat trawl yang berada di Belawan, informasi diterima redaksi Rabu (6/11/2019).

Dalam orasinya, Rahman dan Ahmad Ja’far sebagai perwakilan nelayan, menuding kinerja PSDKP yang dianggap telah menyalahgunakan wewenang yang diamanatkan oleh negara untuk menertibkan kapal pukat trawl yang ada di di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan namun hingga sekarang sedikit pun tak ada hasil.

“Mengapa pukat trawl masih berseliweran di Belawan!…Kita menduga…!… Ada oknum petugas keamanan di laut yang masih berkonspirasi dengan para pengusaha,” teriak Rahman.

Bukan itu saja, orasi nelayan menuding kalau kantor PSDKP menjadi sarangnya para koruptor di Belawan. Karena disebut-sebut ada oknum PSDKP yang mengatur setoran para pengusaha di Gabion dengan pejabat PSDKP.

“Kita para nelayan tak percaya lagi dengan PSDKP. Kantor ini telah menjadi sarangnya para koruptor. Coba liat Lantamal Belawan saja telah menangkap 6 pukat trawl,” kata pria berpakaian biru lengan pendek memakai pita merah putih dilengan kirinya.

Penelusuran awak media menurut UU 45 tahun 2009 atas perubahan UU No.31 tentang perikanan dan UU No.7 Tahun 2016 tentang perlindungan dan pemberdayaan nelayan namun saja praktiknya dilapangan nelayan tetap saja tak pernah dilindungi hukum. Karena pukat berskala besar tetap saja beroperasi di laut sehingga menyengsarakan kehidupan nelayan.

Diakhir demo Kepala PSDKP, Donny membuat pernyataan dihadapan ratusan nelayan tradisional siap untukmembasmi kapal pukat trawl yang berada di Belawan(Sgt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *