Polsek Medan Labuhan Jajaran Polresta Belawan Peti Emaskan Kasus Pembunuhan Rian Fani

Medan Labuhan-Siasatnusantara.com ||Asni Hawiyah (54) warga Jalan Tangguk Sentosa 3 Blok IV Orang tua korban Rian Fani sebagai pelapor atas terbunuhnya anaknya diwilayah hukum Polsek Medan Labuhan, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Senin (11/11/2019)

Dirinya sangat mengharap pihak terlapor segera ditangkap dan kasusnya secepatnya dilakukan proses dan bukan dibiarkan begitu saja. dirinya juga merasa jika keadilan aparat penegak hukum bermain mata dalam menangani kasus tersebut yang sudah membawa kematian Rian Fani (20).

Dalam kasus tersebut diduda jika dibunuh Rian Fani dibunuh oleh Selamat Setiawan alias Gobek dkk, dikawasan Jalan Pulau Nias Selatan Kim II Mabar, Desa Sientis, Kecamatan Percut Sei Tuan dan saat ini masih berkeliaran seperti kebal hukum

Ibu Asni hawiyah ini juga sudah memberikan kuasa kepada penasehat hukum Hukum AAA + Law Office bernama Ardianto SH, Mhd. Iman Syahputra SH, Alansyah Putra SH, Raja Indra Sakti Rangkuti SH, Muhammad Al Amin Rasyid Abbas Nst SH MH, Muhammad Reza Rayhan SH, Muhammad Fachri Alamsyah SH, Chairul Imam SH dan Muhammad Amri SH, ibu korban memohon pertolongan hukumnya.

Dikantor pengacara, ibu korban menangis sambil mempelihatkan photo anaknya mengatakan “sedih kali lah kau dek, capek mamak sekolahkan kau , di bunuh orang pula kau udah. Tolonglah bantu kami yang orang susah ini” Ucap ibu korban didepan salah satu team penasehat hukum Hukum AAA + Law Office Raja Indra Sakti Rangkuti SH,

Alansyah Putra SH. Kepada SiasatNusantara.com, Kamis (07/11/2019) menambahkan “Korban sebenarnya ada dua orang , yang masing – masing bernama Rian Fani dan rekannya Elvan, Tapi Elvan selamat dengan keadaan luka – luka serius dan Rian Fani meninggal ditempat” Pungkasnya

Saat itu, korban Rian Fani dan Elvan cekcot sama kelompok lainnya, Gara – gara Selisih paham antara dua kelompok. Disitu, Rian Fani ditendang dan dilempar pakai Helm sama kelompok lainya. Lalu Rian Fani dibonceng temannya Elvan naik sepeda motor, melarikan diri dari amukan kelompok tersebut.

Kelompok tersebut pun, melakukan pengejaran Rian Fani dan Elvan sehingga tidak dapat terkejar. namun naasnya setelah tiba dikawasan Industri Medan (Kim) yang kebetulan gelap, ada 4 orang memukul Elvan pakai pisbol dan dilihat oleh masyarakat sekitar. Disitu juga, Elvan dan Rian fani dilihat oleh masyarakat sekitar dipukul dan ditikam sehingga korban Elvan dan rian fani masuk keparet.

Setelah mengetahui kejadian tersebut oleh rekan-rekan Elvan dan Fani langsung mendatangi kelokasi kejadian tersebut ternyata Usai dipukul, Elvan dinaikkan ke sepeda motor dan dibawak segerombolan kelompok tersebut, entah kemana. Tapi Rian Fani tidak kelihatan, Lalu dicari oleh rekan – rekannya kedua korban sampai dapat. Di TKP, Rian Fani ditemukan dalam keadaan tersyungkur dengan kaki patah dan tidak bernyawa lagi.

Orang tua Rian Fani bernama ibu Asni Hawiyah mendengar kejadian tersebut, merasa sangat sedih atas meninggal anaknya yang diduga dianiaya oleh kelompok orang tersebut dan pihaknya Langsung membuat laporan Polisi ke Polsek Medan Labuhan pada tanggal 16/ Desember/ 2018. Dengan No : LP / 766 / XII / 2018 / SU / Pel. Blw / Sek – Medan Labuhan Tanggal 16 Desember 2018. Namun belum ada perkembangan kasusnya sampai saat ini diduga keras sepertinya di Peti emaskan polsek Labuhan.

Team penasehat hukum Alansyah Putra SH mengatakan “Hironisnya dimalam ketiga orang tua para pelaku datang kerumah orang tua korban Rian Fani, dengan niat ingin melakukan perdamaian. Disitu juga, orang tua para pelaku mengatakan. Kasian dengan anak – anak kita ini, yang satu hukumanya segini dan yang satu lagi hukuman segini. Lalu dijawab oleh orang tua korban Rian Fani, Kami masih berduka dan kami pun belum ada memikirkan perdamaian itu, nantilah dulu tunggu seminggu lagi Ucapnya menirukan orang tua korban Rian Fani”.

Hironisnya lagi, beberapa saksi sudah diperiksa oleh penyidik Polsek Medan Labuhan. Tapi sampai sekarang juga penyidik bilang masih dalam “lidik”, Padahal Rekontruksi ulang di Tempat Kejadian Perkara (Olah TKP) sudah dilakukan.

Awak Media Siasatnusantara.com pada tanggal 10-november-2019 sekitar pukul 23:36 wib Langsung Konfirmasi Kepada Kapolsek Medan Labuhan terkait pembunuhan tersebut pihak polsek Labuhan Akp Edy Syafari Melalui pesan Singkat Whatshapnya Membalas Pesan Singkat Awak Media SiasatNusantara.com, “masih Di Lidik Dan Kasus Masih Di Proses” Jawaban Kapolsek Medan Labuhan. (Sp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *