Protes Jalan Rusak Tidak Ditanggapi Pemkab. Warga Banyumas Stabat Kab. Langkat Ramai -Ramai Tanam pohon pisang Di Jalan

Stabat, Siasat Nusantara ||Masyarakat Dusun III dan Dusun IV Desa Banyumas menanami Jalan Makmur Desa Banyumas Kec. Stabat Kab. Langkat dengan pohon pisang ditambah denga kata-kata yang meluapkan kekecewaan  yang ditempel di pohon pisang tersebut, Minggu pagi 10 November 2019

Sebagai ungkapan protes masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Langkat yang seakan-akan tutup mata dan tidak tidak peduli dengan kerusakan jalan yang sudah berjalan 3 Tahun sebagai akibat di bebaskannya Truck Galian C melintasi jalan Makmur tersebut.

Hal itu mengakibatkan masyarakat Desa Banyumas  khusunya Dusun III dan Dusun IV yang paling banyak merasakan dampak dari kerusakan jalan tesebut.

Tidak sedikit masyarakat yang lewat terjatuh karena melintasi jalan rusak tersebut jika pada musim hujan dan jika pada musim panas banyak masyarakat yang merasakan dampak dari abu yang diakibatkan jalan rusak tersebut.

Langkah ini mereka lakukan karena keluhan jalan rusak tidak mendapat tanggapan pemda setempat bahkan sudah pernah masyarakat Dusun III dan Dusun IV Desa Banyumas berdemo ke Kantor DPRD Langkat dan di Kantor Bupati Langkat sekitar Tahun 2017 dan sampai saat ini belum mendapatkan kepastian kapan Jalan Makmur tersebut akan diperbaiki.

Masyarakat Desa Banyumas sangat mengharapkan jalan tersebut diperbaiki karena jalan tersebut diperbaiki sudah sangat membantu masyarakat dalam menggerakan perekonomian dan mempelancar anak sekolah untuk menuntut ilmu.

Pantauan siasatnusantara.com, jalanan itu hancur banyak genangan air yang dalam pada saat musim hujan dan sangat membahayakan pengendara khususnya bagi pengendara roda dua.

Seperti keterangan dari warga “Banyak pengendara sepeda motor jatuh karena terpeleset di jalan yang licin dan berlubang. Kejadiannya tiga hari yang lalu bang. Kejadian itu juga yang membuat kami sepakat melakukan aksi ini. Kami tidak mau jatuh korban lagi karena tidak adanya perhatian pemkab langkat”, sambung salah satu warga Desa Banyumas yang tidak disebut identitasnya.

Dalam hal ini pihak media koordinasi dengan masyarakat sekitar ternyata “Galian c sungai wampu yang punya pak agus alim anggota dewan partai gerindra, dan galian c punya Heri tinggal di pertumbukan, nah galian inilah yang membuat jalan kami rusak bang dan kami juga bingung kenapa galian c yang dua itu dibiarkan begitu saja bang. Pungkas Salah satu warga

Usai menanam pohon pisang  masyarakat bersama-sama menuliskan kata-kata kekecewaan di kardus yang di gantung di pohon pisang tersebut dengan harapan Pemkab setempat membuka mata sehingga perbaikan jalan bukan angan-angan belaka. Sampai berita ini di turunkan belum ada respons dari pihak Pemkab Langkat. (Dim)

3 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *