Wanseptember Situmorang Geram Dari F-Demokrat Terkait RSUD Sidikalang Gagal Tangani Persalinan

SN – SIDIKALANG || Peristiwa Duka yang terjadi diwilayah pemilihannya wanseptember Situmorang DPRD Partai Demokrat ini marah terkait seorang ibu dan anak dalam kandungan nya meninggal dunia ketika akan di rujuk RSUD Sidikalang ke Medan. Hal itu terjadi di daerah Sumbul, Senin (25/11/2019) sekitar pukul 15.00 wib

Pelayanan yang kurang baik oleh pihak Rumah Sakit Umum Sidikalang terhadap seorang pasien ibu dan anak itupun langsung dicekam keras oleh wansep karena sudah menyebabkan meninggal dunia dan akan membawakan ke Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak terkait biar terang benderang

“Saya sebagai wakil rakyat dan sekaligus keluarga begitu geram dengan kejadian ini, pihak RSUD Sidikalang anggap enteng dan tidak merasa nyawa berharga seperti nya, sejak masuk jam 12 malam , bukan malah ditangani malah dipersulit dengan urusan administrasi”, tutur Wanseptember Situmorang yang juga wakil Ketua Dprd Dairi.

Dengan kegeramannya dan administrasi yang tidak pas (bertele-tele) dirinya juga sangat menyesalkan hal tersebut dan berjanji akan selalu memantau kesehatan masyarakyatnya agar tidak ada hal seperti itu kembali kedepannya.

Dianya juga merasa jika RSUD Sidikalang benar-benar amatiran, “Bagaimana mungkin ibu hamil tua yang jelas-jelas sudah mengeluhkan rasa sakit di perut tidak di prioritas kan, malah harus antri sampai belasan jam agar di rujuk ke Medan”. Pungkasnya lagi

Sambungnya lagi “Seharusnya Pihak Rumah Sakit harus memiliki rasa kemanusiaan dan kepekaan dan tidak pilih buluh terhadap pasien sehingga masyarakakat benar benar dilayani dengan baik”. ujar wakil ketua DPRD Dairi tersebut dengan nada sangat kesal.

Seperti saat ini yang dipantaunya jika Perbaikan RSUD Sidikalang di pemerintahan yang sekarang ternyata belum pada koridernya sesuai SOP, dimana dirinya menganggap masih ada tebang pilih didalam managementnya

“Masa pasien pasien lama menunggu dan tidak mendapatkan layanan medis secara baik, kan itu sudah ada pasal pasalnya dan semua sudah diatur didalam undang undang, dimana setiap warga negara berhak mendapat kesehatan tanpa memandang ras, agama dan lain sebagainya bukan seperti rumah sakit ini asal main rujuk aja” Pungkasnya lagi dengan wajah merah dan marah

Dia nya juga mengatakan jika Permenkes 4 Tahun 2018 tentang Kewajiban Rumah Sakit dan Kewajiban Pasien pasal 2, bahwa Setiap Rumah Sakit mempunyai kewajiban memberikan informasi yang benar tentang pelayanan Rumah Sakit kepada masyarakat memberi pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, anti diskriminasi, dan efektif dengan mengutamakan kepentingan pasien sesuai dengan standar pelayanan Rumah Sakit.

“Kami dari Fraksi Demokrat dan tim akan mempertanyakan kepada pemerintah kabupaten Dairi terkait posisi rumah sakit saat ini, apa masih layak menerima pasien atau betul-betul fokus perbaikan beberapa waktu, demi menghindari kejadian serupa terjadi, tegas DPRD asal Sumbul tersebut.

Selain ini, Pihaknya dari fraksi Demokrat akan mendorong tim investigasi menindak lanjuti ditataran midle -action, bila mana ada staf fungsional medis atau oknum yang tidak melakukan sesuai standar operasional harus dilakukan tindakan yang tegas.

“Maka, segera kita akan agenda kan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak terkait biar terang benderang”, tutup nya.

Penulis : Tulus Silaban

Editor : Martin Siahaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *