Warga Kelurahan Tiga Balata Himbau BPN Tidak Terbitkan Sertifikat Tanah Eks SMA Pembangunan

Simalungun – Siasatkotanews ||
Warga kelurahan Tiga balata didampingi anggota DPRD Simalungun meminta Badan Pertanahan Nasional (BPN) Simalungun, agar tidak menerbitkan sertifikat tanah Kompleks Eks SMA Pembangunan Tiga Balata yang terletak di dusun Parluasan Kelurahan Tiga Balata Kecamatan Jorlang Hataran. Pasalnya lahan tersebut adalah milik warga Tiga Balata dan bukan milik perseorangan.

Hal itu di ungkapkan oleh ratusan warga dusun Parluasan saat di temui di kediaman anggota DPRD Simalungun Saruddin Gultom dan mantan anggota DPRD Simalungun Rohani Siahaan, Kamis ( 31/10/2019).

Munculnya pernyataan ini karena adanya isu bahwa pihak Desniar Manik Cs diduga sedang mengajukan pengurusan Sertifikat lahan Eks SMA Pembangunan Persiapan Negeri Tiga Balata ke BON Simalungun.

Informasi yang berhasil dihimpun, bahwa sekitar tahun 1956/1957 pihak perkebunan Marihat menyerahkan lahan kepada warga Tiga Balata seluas kurang lebih 115 m X 77m = 8805 m2 guna pertapakan perumahan penduduk, perkantoran pemerintah, dan Pekan (pasar) yang pada saat itu Al. Klien Tobing menjabat Asisten Wedana Tiga Balata (Camat).

” Kami warga dusun Parluasan Tiga Balata sangat keberatan dan menolak adanya kepemikikan tanah komplek eks SMA Pembangunan Tiga Balata tersebut.

Karena lahan tersebut dihibahkan oleh pihak Perkebunan Marihat Mahanda tujuh puluh lima tahun lalu kepada masyarakat Tiga Balata demi kepentingan umum.Tetapi bukan kepada perseorangan ataupun kelompok,” beber Mantan DPRD Simalungun Rohani Siahaan bersama warga.

Atas nama warga dusun Parluasan Tiga Balata telah membubuhkan tanda tangan sebagai protes dan menolak atas dilakukannya proses pengurusan sertifikat tanah eks SMA Pembangunan Tiga Balata yang di duga dilakukan oleh Desniar Manik Cs dan kawan kawan nya yang diketahui sekitar 20 orang.

Mantan DPRD Simalungun ini mengungkapkan bahwa pada tahun 2016 lalu Camat Tigor Damanik, Kapolsek Tiga Balata B.Pakpahan, dan Danramil Tiga Balata R.Damanik pernah mendatangi kediaman Rohani Siahaan (red, menjabat DPRD saat itu) mengajak untuk membagi bagi lahan eks SMA Pembangunan tersebut, namun dirinya menolak mentah mentah.

” Karena di tolak, maka kepala BPN Simalungun pada saat itu bermarga Hutabarat, mengadakan pertemuan antara saya, bersama warga dan hadir juga saat itu Desniar Manik. Alhasil karena Rohani menolak pembagian lahan tersebut diatas maka pihak BPN Simalungun memgembalikan berkas-berkas pengajuan pengurusan sertifikat Desniar Manik Cs.

Setelah itu pada 17 Agustus 2019 kembali diadakan pertemuan di Kantor BPN Simalungun yang saat ini Ka BPN adalah J. Simatupang. Dihadapan Ka BPN Simalungun Desniar Cs mengaku kalau lahan Eks SMA Pembangunan tersebut telah dibeli dari alm. AS. Sitio mantan Camat Tiga Balata pada tahun 1981 sekaligus sebagai ketua panitia pembangunan SMA Pembangunan pada saat itu. Yang menjadi tanda tanya apakah benar alm AS.Sitio menjual lahan tersebut kepada mereka (Desniar Cs) dan apa alas hak Alm AS.Sitio menjualnya ? Ini perlu dipertanyakan.

Maka dalam hal ini kita minta BPN Simalungun agar lebih cermat dalam menerbitkan Sertifikat lahan Eks SMA Pembangunan tersebut guna menghindari konflik dimasa akan datang,” tegas Rohani.

Hal senada juga diungkapkan Gerhad Simangunsong, mantan guru di SMA Pembangunan Tiga Balata sejak tahun 1977.

“Setahu saya lahan eks SMA Pembangunan Tiga Balata ini adalah hibah dari Perkebunan Marihat Mahanda. Dan untuk pembangunan gedung sekolah saat sebagai swadaya masyarakat. Saya sendiri menyumbangkan dana sebesar Rp. 5000 tahun 1976, sebelum diangkat sebagai tenaga pengajar di SMA Pembangunan oleh Camat AS Sitio yang juga Ketua Umum SMA Pembangunan Persiapan Negeri Tiga Balata. Untuk itu selaku warga saya keberatan jika seseorang mengklaim lahan tersebut adalah milik mereka tanpa kejelasan asal usulnya,” ucap Gerhad Simangunsong.

Ditempat yang sama, Anggota DPRD Simalungun Saruddin Gultom mengatakan bahwa selaku wakil rakyat masalah ini harus dikawal sampai tuntas. (AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *