Warga Meminta Pasar Liar Martubung Ditertibkan

Siasatnusantara.com MEDAN LABUHAN – Pasar liar terletak di Kelurahan Besar dan Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan, resahkan masyarakat. Selain kelihatan kumuh pasar juga menggunakan badan jalan sehingga mengganggu para pengguna jalan, Kamis (7/11/2019).

Padahal telah berulangkali pihak kelurahan dan kecamatan berupaya menertibkan pasar liar tersebut, namun pasar tetap saja beroperasi. Diduga pasar tradisonal yang dihuni oleh ratusan pedagang itu telah dibekingi para preman.

Setiap harinya kalau pasar beroperasi, setengah badan jalan terkena tenda-tenda para pedagang yang berjualan, sehingga menimbulkan kemacetan arus lalu lintas dari perumahan BTN atau pun sebaliknya. Dan arus lalulintas semangkin macet menjelang sore hari.

Pak Imar (40) warga Komplek BTN, dirinya mengeluh karena banyak para pedagang yang lapaknya terlalu menjorok ke jalan raya sehingga mengganggu para pengendara sepeda motor maupun pejalan kaki.

“Seharusnya pihak Kecamatan Medan Labuhan langsung tanggap terhadap pasar yang dianggap liar ini, karena membuat resah para warga” kata Imar.

Lain halnya, Bermarga Saragih (55), meminta agar pasar tradisional segera ditertibkan, karena selain mengganggu pengguna jalan, pasar tradisional juga terlalu dekat dengan pasar tradisional yang ada di Perumahan YUKA Martubung.

“Kita duga pasar tradisional ini dibuat hanya untuk kepentingan pribadi sekelompok orang,” kata Lae Saragih.

Sebelumnya pihak Kecamatan Medan Labuhan pada tanggal 02 Oktober 2019 sudah memberikan surat peringatan kepada para pedagang dengan Nomor 511/31655. Surat utupun hingga kini tak pernah diindahkan para pedagang.

Penelusuran awak media, berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Medan No KDH Tingkat II nomor :54/SK 1983 tanggal 22 Januari 1983 tentang larangan berjualan dengan mempergunakan bangunan kios yang menjorok kedepan tanpa izin bangunan dari Pemda Tingkat II Medan, termasuk menempatkan barang -barang mengerjakan pekerjaan dan memarkir kendaraan bermotor di atas semua trotoar pada jalan umum. (Suher)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *