Anggota DPRD Dedy Aksary Nasution Memanggil Dinas Perki

Siasatnusantara.com Medan || jam 18:25 Wib, Selasa( 03/12/19) Bangunan kokoh yang berdiri di Jalan Sibarau Kelurahan Pandauhulu ll Kecamatan Medan Area, ternyata memiliki izin rumah tempat tinggal.

Menindak lanjuti informasi dan konfirmasi dari media di ruang kerjanya, anggota DPRD Medan Deddy Aksary Nasution, mengambil langkah untuk memanggil oknum pengurus izinnya dan memanggil dinas perizinan kota Medan.

Dari pemberitaan beberapa waktu yang lalu, bahwa bangunan tersebut dimiliki oleh yayasan pendidikan Mentari Bangsa di jalan Sulang- saling.

Anggota DPRD Medan Deddy Aksary Nasution menjelaskan via telepon seluler mengatakan bahwa” memang benar bahwa bangunan di jalan Sibarau izinnya adalah Rumah Tempat Tinggal(RTT), sekarang ini saya telah memanggil dinas perizinan kota Medan” ujarnya.
“Selain itu juga rencananya saya akan memanggil kasatpol PP kota medan,untuk segera menyegel bangunan tersebut” tambah Dedy.

Perlu diketahui bahwa bangunan di jalan Sibarau kelurahan Pandau Hulu ll Kecamatan Medan Area yang berlantai lima ini hampir 95 persen selesai. Setelah diketahui izinnya tidak sesuai diminta pihak instansi terkait, khususnya satpol PP sebagai pengawas banguna yang ada di kota Medan wajib memberikan tindakan tegas terhadap bangunan tersebut.

Ditempat terpisah Camat LSM LIRA(Lumbung Informasi Rakyat) F.R Nasution ketika ditanyakan tanggapannya mengenai hal ini mengatakan” mengecam tindakan yang melanggar aturan,berdampak merugikan pendapatan kota Medan, diharapkan Plt. Walikota Medan AKHYAR Nasution untuk menindak tegas oknum yang bermain dalam pengurusan izin bangunan tersebut” tegas F.R Nasution.

Sesuai aturan Perda kota Medan no 5 tahun 2012
Bab Vll Pembinaan dan Pengawasan pasal 19
(1). Dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan setelah dilakukan pembinaan dan pengawasan serta penyampaian teguran secara tertulis sebanyak 3 kali berturut-turut,maka Walikota dapat memerintahkan instansi terkait untuk merubuhkan sebagian maupun keseluruhan bangunan yang dinyatakan:
a. tidak memiliki dan / atau menyimpang dari IMB yang diterbitkan.
b.tidak sesuai dengan rencana tata ruang kota,.
c. Konstruksi bangunan tersebut seluruhnya atau sebagian rusak sehingga membahayakan penghuninya atau masyarakat,dan
d.mengganggu keindahan dan keserasian estetika kota.(Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *