Bazar di GOR Siantar Tidak Miliki Izin

SN – Siantar | Pelaksanaan kegiatan Bazar pasar malam yang bertempat di pelataran Gedung Olahraga (GOR) Pematangsiantar menjadi pembahasan hangat dikalangan masyarakat. Pasalnya, aset Pemerintah kota ( Pemko) Pematangsiantar yang terletak dijalan Merdeka itu sudah dipihak ketigakan.

Gonjang-ganjing informasi dan multi tafsir didalam pikiran warga masyakat pun muncul mengingat sebelumnya tujuan dipihak ketigakannya Sarana GOR tersebut untuk mendirikan bangunan baru bernama “Gedung Merdeka”. Dengan property gedung serbaguna berlantai 5 (lima) meliputi Basement, Bisnis area, Mezanine, dan Sport center dengan jangka waktu kerjasama selama 30 tahun terhitung sejak penandatanganan perjanjian kontrak.

Namun realita yang terjadi saat ini lokasi GOR tersebut menjadi lokasi kegiatan bazar.

Ironisnya, Pemko Pematangsiantar melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM -PTSP) tidak mengeluarkan izin terhadap kegiatan bazar tersebut. Hal itu sesuai dengan keterangan Kepala Bidang Perizinan, Merdiana saat diwawancarai pada Rabu ( 11/12/2019) di kantornya.

Merdiana mengatakan bahwa DPM- PTSP tidak ada mengeluarkan izin terhadap kegiatan bazar dilokasi GOR.

Dikatakannya GOR masih tetap menjadi aset daerah Pemko Pematangsiantar meski sudah di pihak ketigakan kepada pihak investor.

Sebelumnya, Kabid Dinas Pendapatan Kota Pematangsiantar, Alwi kepada wartawan mengatakan bahwa kegiatan bazar tersebut ilegal karena tidak memiliki ijin dari Pemko Pematangsiantar.

Dikatakan, kalau masalah ijin kurang tahu saya, Soalnya setahu saya mereka hanya mengeluarkan surat tidak keberatan untuk diadakannya pasar malam di lokasi tersebut,” sambungnya.

Ia menyampaikan, terkait aset tersebut tidak akan mengambil PAD nya karena itu kegiatan ilegal. Ini mungkin kerjaan oknum yang kita tidak ketahui siapa, karena belum di bangun karena IMB mereka belum ada.

Sementara itu, Kakan Satpol PP Kota Pematangsiantar Robert Samosir mengatakan bahwa pihaknya menunggu surat dati bidang aset. “Kami tunggu surat dari bagian aset, karena tidak mungkin kami bergerak tanpa ada surat dari mereka. Karena kami eksekutor jadi tidak bisa hanya melalui cakap-cakap saja,” ujarnya.(AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *