Debt Kolektor Mengaku BAIS Diamankan Oleh Intel Korem Lilawangsa Lhoksumawe Banda Aceh , Setelah diperiksa 1×24 Jam langsung di Lepaskan Polres Lhoksumawe

Foto korban saat di introgasi dipolres lhoksumawe

SN – Banda Aceh || Terkait viral nya berita tentang penangkapan Anggota Debt kolektor yang mengaku sebagai anggota BAIS dari PT.OJN di medan akhirnya dilepaskan oleh polres Lhoksumawe di Lhoksumawe. Sabtu, (21/12/2019)

Adapun penangkapan tersebut di informasikan berawal dari pihak anggota korem Lilawangsa yang melakukan penangkapan terhadap korban atas nama Muhammad Fd

Korban mengaku jika dirinya ditangkap oleh anggota korem lilawangsa lhoksumawe dan diserahkan ke polres banda aceh setelah dipukuli dan memiliki memar yang banyak di badannya.

Dirinya mengaku jika dirinya saat itu sedang melihat penarikan objek Fidusia terjadi disebuah indomaret dan dirinya juga mengaku jika pihak diduga TNI memegang pinggangnya dan menyebutkan indentitasnya dari anggota korem Lilawangsa Banda aceh

Sehingga dirinya menyamperin keributan tersebut “Maaf mas kenapa ribut ribut jangan lah gitu bawa bawa yang namanya kesatuan mas, saya juga sering berhubungan dengan anggota bais namun mereka tidak seperti mas yang arogan.” Pungkas korban

Atas ucapan tersebut pihak serma Rony langsung hubungi rekan rekannya dan menangkap korban sehingga penangkapan pun terjadi dan diduga berujung pidana

Asal muasal kasus tersebut berawal dari kepemilikan kendaraan R3 yang diduga Mobil tersebut tidak memiliki surat surat yang digunakan/dipakai oleh anggota korem serka rony dari satuan intel korem banda aceh

Dilain orang setelah dikonfirmasi oleh awak media siasat nusantara “Penarikan satu unit mobil R3 yang ditarik tersebut bukanlah atas nama dia sebagai pemilik dan merupakan mobil lesing yang sudah dipalsukan platnya oleh anggota TNI yang bernama serka Roni dan mobil tersebut saat ini sudah diamankan di POM bang”. pungkas salah seorang pekerja fidusia

Dalam Hal ini pihak media langsung konfirmasi kepada Pasi Intel Korem Lhoksoumawe pak Ginting terkait penangkapan tersebut pihaknya mengaku kurang mengetahui hal tersebut karena sedang sakit dan mengarahkan konfirmasi pihak media ke polres Lhoksoumawe dan pihak Pom

“[21/12 18.43] Kapten Pasintel Korem Lokhsomawe Pak Ginting: Itu sy blm paham bang : Yang pasti anggota kita yang di keroyok : Itu yg sy dapat info : Karna sy sakit blm sempat sy cari tau
: Langsung saja konfirmasi ke pom dan polres ya”. Pungkas Pasintel

Pihak media juga langsung lakukan penelusuran kepada Dandenpom lhoksoumawe Kapten Aminoto namun nomor handphone dan whatshapnya sedang tidak aktif.

Sesuai Pembicaraan pasintel agar konfirmasi kepada Pom dan Polres tersebut maka pihak media juga langsung konfirmasi kepada Kasat Reskrim Polres Lhoksoumawe Akp Indra terkait pemukulan kepada korban dan pihaknya mengucapkan “terima kasih atas informasinya,” pungkasnya (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *