Gawat Bah !!! Oknum Kepala Desa Tandem Hilir I Deliserdang Keluarkan SKT ” Milik PTPN II”

Siasat Nusantara.com – Deliserdang || Oknum kepala desa Tandem Hilir I, Dusun 8 kecamatan Hamparan Perak kabupaten Deliserdang mengeluarkan SKT kepada warga Dusun 8 desa Tandem Hilir I kecamatan Hamparan Perak kabupaten Deliserdang. Padahal tanah tersebut masih hak Guna usaha PTPN II.

Berdasarkan informasi yang didapat dan bukti dokumen bahwa terlihat jelas surat Keterangan Tanah tersebut dibuat oleh Kantor desa Tandem Hilir I, kecamatan Hamparan perak kabupaten deliserdang.

Menurut informasi dari salah seorang kepala dusun ada banyak SKT yang diterbitkan oleh Kepala desa Tandem Hilir I jumlahnya berkisar 60 SKT. ” Ada sekitar 60 warga yg buat SKT itu di desa ini bang.”

Dilain tempat warga dusun 8 Desa Tandem Hilir I kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deliserdang inisial S menuturkan bahwasanya pengurusan SKT miliknya mengeluarkan dana sebesar kurang lebih 3 juta rupiah yang diserahkan langsung kepada perangkat desa Tandem Hilir I.

Berdasarkan keterangan seorang pengacara berinisial H (pengacara warga) menyampaikan kepada tim awak media bahwasanya KEJARI LUBUK PAKAM sudah memanggil kades Desa Tandem Hilir I kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deliserdang untuk dimintai keterangan terkait SKT tersebut namun sampai hari ini belum ada kejelasan penyelesaian masalah tersebut dari pihak KEJARI di lubuk pakam.

Saat awak media ini mengkonfirmasi kepada yang bersangkutan langsung yakni Kepala Desa Tandem Hilir I kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deliserdang pada hari Senin 30 Desember 2019 pukul 9.18 wib pagi melalui sambungan telepon Kepala desa tidak mau menanggapi konfirmasi wartawan dan langsung memutus sambungan telepon.

Korban berinisial S merasa dirugikan atas Surat SKT yang dimilikinya karena tanah tersebut merupakan tanah HGU (Hak Guna Usaha) PTPN II. Dia berharap pihak Kepolisian dapat mengusut kasus ini karena pihak kepala desa diduga telah menyahgunakan wewenang dengan menerbitkan SKT kepada warga padahal tanah tersebut masih dalam penguasaan PTPN II (SHGU PTPN II).

Berdasarkan keterangan salah seorang warga bahwa ia membayar berkisar 1,5 juta sampai dengan 3 juta rupiah per SKT. Berdasarkan keterangan salah seorang kepala dusun ada kira-kira 60 kepala keluarga yang telah menerima SKT tersebut. Namun sangat disayangkan kepala desa Tandem Hilir I, kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deliserdang tidak bisa menjelaskan hal ini.

Berdasarkan penelusuran team awak media disekitar kantor Desa Tandem Hilir I kecamatan Hamparan perak kabupaten Deliserdang bahwa Kepala desa yang menjabat jarang masuk kantor “Kepala desanya jarang dikantor bang, kalau masyarakat ada urusan melalui sekdes aja lah” ujar salah seorang warga yang berdomisili di sekitaran kantor desa tersebut.

Disinyalir ada permainan kepala desa untuk mendapatkan keuntungan pribadi dari SKT yang diterbitkan. (Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *