Gudang Farmasi RSUD Padang Sidempuan Diduga Tidak Layak Pakai

SN — PADANGSIDIMPUAN | | Pelayanan farmasi merupakan pelayanan penunjang sekaligus revenue center utama bagi Rumah Sakit. Instalasi Farmasi khususnya Gudang Farmasi
bertanggung jawab untuk menjaga persediaan obat-obatan agar terhindar dari kerusakan dan kadaluarsa serta menjaga mutu obat-obatan yang tersimpan di gudang farmasi.

Dalam hal ini gudang penyimpanan obat di RSUD Padangsidimpuan dinilai tidak representatif lagi.
”Diungkapkan Wartawan SN’ ketika melakukan konfirmasi ke RSUD tersebut, diduga adanya tempat penyimpanan obat di rumah sakit yang tidak sesuai dengan Permenkes Nomor 3 Tahun 2015

Jum’at 16/12/19 Dari keterangan Petugas Farmasi RSUD, yang enggan disebut namanya, ”mengakui tempat penyimpanan obat sudah tidak memadai, obat- obatan juga berserak tidak tersusun rapi sehingga kerap menimbulkan kesulitan pihaknya ketika akan mengemas obat-obatan untuk pasien, baik yang rawat inap maupun rawat jalan.

Keadaan gudang farmasi RSUD Padangsidimpuan yang tidak lagi representatif, merupakan salah satu indikasi adanya masalah dalam penyimpanan obat dan untuk itu perlu dilakukan anilisis mengenai sistem penyimpanan obat yang dilakukan di gudang farmasi RSUD.

Sistem penyimpanan obat yang dilakukan di Gudang Farmasi RSUD Padangsidimpuan
masih belum cukup efektif. Dikarenakan masih ada beberapa komponen diantaranya
1.Input (SDM, anggaran, sarana/prasarana),
2.Proses (penerimaan obat, pengaturan
penyimpanan obat, pengeluaran obat, stock opname obat) dan
3.Kriteria efisiensi sistem penyimpanan/output
(kesesuaian jumlah stok obat, persentase obat kadaluarsa/rusak, death stock & kesesuaian sistem pengeluaran obat) yang belum sesuai dengan pedoman Dirjend Bina Farmasi dan Alat Kesehatan tahun 2010.

Diharapkan manajemen RSUD lebih memperhatikan sistem penyimpanan
obat (mulai dari input, proses hingga output) di gudang farmasi. Meskipun
kegiatan penyimpanan obat tidak terhubung langsung dengan pelayanan kepada konsumen rumah sakit namun jika kegiatan penyimpanan obat di gudang farmasi diabaikan maka akan memberikan dampak kerugian yang besar bagi rumah sakit tersebut.(Rulian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *