Ledakan Dilaut cina Selatan Diindikasi Memancarkan Radiasi Nuklir

Siasat Nusantara – Jakarta

Sehubungan dengan adanya informasi yang berasal dari media on-line, yang menyatakan bahwa telah terjadi ledakan di kedalaman 50 m di bawah permukaan laut di Laut Cina Selatan yang diindikasikan memancarkan radiasi nuklir, BAPETEN telah mencermati informasi tersebut dengan seksama, walaupun informasi tersebut belum terkonfirmasi validitasnya.

BAPETEN melakukan pengukuran radioaktivitas lingkungan menggunakan peralatan monitor radiasi lingkungan (RDMS) yang telah terpasang di Tanjung Pinang, Tarakan, dan Gorontalo. Hasil pengukuran paparan radiasi di lingkungan saat ini (17.00 WIB) di tiga titik pengukuran tersebut tidak menunjukkan kenaikan laju dosis yang signifikan dibandingkan dengan laju dosis alamiah.

Sementara itu, berdasarkan dua sistem informasi yang dikelola oleh Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) tentang sistem pelaporan kejadian dan keadaan darurat (USIE) tidak ada pelaporan terkait kejadian ledakan di Laut China Selatan, dan Sistem Informasi Pemantauan Radiasi Internasional (IRMIS) tidak menunjukkan informasi adanya peningkatan paparan yang signifikan.

BAPETEN masih tetap melakukan monitoring paparan radiasi lingkungan secara cermat dan tetap siaga untuk mengantisipasi informasi tersebut. BAPETEN juga berkoordinasi dengan BMKG terkait pemantauan aktifitas seismik di stasiun CTBT-BMKG.

Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak benar terkait berita paparan radiasi nuklir di Laut Cina Selatan yang berdampak di Indonesia.

Kepala Biro Hukum, Kerja Sama dan Komunikasi Publik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *