PEMANTAPAN PEMAHAMAN DAN KESIAPAN PEMBENTUKAN SKILL DEVELOPMENT CERTER (SDC) DI PROVINSI SUMATERA UTARA

Siasatnusantara.com – Sumut

SN – SUMUT || Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Medan akhirnya melaksanakan diskusi Pemantapan

Pemahaman dan Kesiapan Pembentukan Skill Development Center (SDC) di Provinsi Sumatera Utara, yang dalam kesempatan kali ini Kabupaten Pakpak Bharat ditetapkan sebagai lokus pilot project pertama SDC mewakili Provinsi Sumatera Utara yang berlangsung selama 3 (Tiga) hari dimulai dari tanggal 02 s/d 04 Desember 2019 dilaksanakan di Grand Aston Hotel Medan.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara Harianto Butarbutar, SE, M.Si didampingi oleh Kepala Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Medan Muhammad Ali, SS, MA, Ph.D senior Advisor Bappenas Bidang Ketenagakerjaan Bambang Warsito Adi dan dihadiri oleh jajaran BBPLK Medan, Jajaran Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara,

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pakpak BharatElhidayat Berutu, MAP beserta jajarannya dan para stake holder di bidang Pengembangan Kompotensi, Profesional dan Produktivitas di Sumatera Utara antara lain Ketua FKLPI Zainal Arifin, Perwakilan dari APINDO Binsar Situmorang serta Perwakilan dari KADIN Hendra Utama.

Hari Pertama diskusi dimulai dengan sering informasi mengenai pembentukan SDC di Kabupaten Pakpak Bharat oleh PJ. Bupati Pakpak Bharat yang dalam kesempatan ini diwakili Kepala Bappeda Jalan Berutu, SPd, MM dan kemudian dilanjutkan dengan paparan, pembahasan dan diskusi yang dibimbing oleh Senior Advisor Bambang Warsito yang berlangsung alot dan menarik perhatian semua peserta.

Diskusi ini membahas pengertian SDC sebagai program yang diinisiasi oleh Bappenas RI untuk meningkatkan kompotensi SDM serta menekan angka pengangguran yang di implementasikan di daerah, dan dipastikan sebagai langkah awal Kabupaten Pakpak Bharat meningkatkan produktivitas tenaga kerja dalam eksplorasi Potensi Daerah demi peningkatan ekonomi.

Hari Kedua diskusi dibimbing oleh Kasubbid Kesempatan Kerja Kementrian PPN/ BAPPENAS Ir. Muhammad Iqbal Abbas, MBA dan Kasubbid

Pengembangnan Kemitraan dan Pendanaan Lemlat Binalattas Kemnaker RI Yutianto, SE, MM yang medalami dan menerangkan bahwa daerah yang menjadi lokus SDC memiliki peluang besar untuk mendapatkan kesempatan bekerja sesuai demamd pasar DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri), peluang berwirausaha hingga peluang bekerja ke luar negeri dengan menyesuaikan kulifikasi yang dibutuhkan.

Pada hari Ketiga disampaikan paparan dan review hasil diskusi. Seluruh hadirin sepakat mengerti fungsi uatama dari SDC ini adalah mengindentifikasi kebutuhan industri, mengembangkan program pelatihan dan pemagangan serta memfasilitasi sertifikasi dan penempatan tenaga kerja melibatkan tiga unsur pemangku kepentingan yang dikenal dengan istilah “ABG” diantaranya yakni unsur A yaitu melibatkan dari unsur akademis (disektor pendidikan), B yaitu ” Business”/dunia Insdustri, dan G ” Goverment” yaitu Pemerintah daerah “. Untuk itu, semua ini sector terkait wajib untuk bekerja sama demi berjalannya konsep SDC ini. ( d.solin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *