Pemerintah Diduga Tutup Mata Terkait Pembangunan Jalan Kapten Muslim Medan

SN – MEDAN || Pembangunan Jalan rabat beton di kapten muslim medan semakin sembraut pengerjaannya. Namun pelaksanaan proyek ini menuai protes keras dari Beberapa warga helvetia tengah, minggu, (08/12/2018)

Masyarakat pedagang diwilayah pinggir jalan raya tersebut merasa sangat dirugikan atas tindakan pemborong yang berasal dari dana APBD Kota Medan tersebut yang diterima PT dan dilimpahkan lagi ke CV.Budi Mulia dimana tumpukan dari hasil galian tanah sepertinya menutup usaha dagang dan lainnya masyarakat setempat

Pembangunan Jalan raya Rebot beton diwilayah kami ini terdampak bagi sarana jalan sehingga kemacetan setiap hari dan jualan di toko wilayah sini dan lainnya pun berpengaruh sekali,” ujar Iwan (36) warga helvetia tengah, medan helvetia, kepada Siasat Nusantara, Minggu, (08/07/2019).

Ia menyebut pelaksanaan pembangunan rabat beton tersebut sudah memakan waktu yang terlalu lama dan akses jalan untuk warga yang melintas pun tidak bisa berhenti beli jualan kami karna macatnya luar biasa setiap hari.

“Lebar jalan utama sebagai akses warga menjadi sempit, karna hanya separoh jalannya dibangun dengan sangat tinggi bg” ucapnya lagi.

Tak hanya itu, hasil pantauan kami berbagai permasalahan pun muncul. Mulai dari tertutupnya drainase parit atas korekan aspal yang dibiarkan serta kosong nya plang pengerjaan proyek tersebut.

Menurutnya jika dibiarkan seperti ini wilayah tersebut bisa sangat merugikan warga setempat, seperti banjir, kotor kehalaman toko dan lain sebagainya.

Warga juga berharap agar PT sebagai pemegang proyek mengembalikan luas jalan utama seperti semula jangan dibiarkan dan tumpukan juga dibiarkan didepan ruko warga setempat. Apalagi tiga hari kerja kebelakang ini tidak ada perkerjaan malah seperti pembiaran.

“Jadi kami benar sangat protes meminta Jalan kapten muslim ini dilebarkan seperti biasa dan dikembalikan seperti semula karna usaha warga setempat jadi tersendat, coba abang lihat sudah sebulan kerjanya masih seperti itu banyak kali retak padahal belum dilalui mobil dan lihatlah tumpukan itu dimana mana didibiarkan” ungkapnya.

Lain tempat, seorang warga pekerja toko harjo juga mengungkapkan jika toko dan warung diwilayah tersebut banyak yang tutup berhubung tumpukan batu dan tanah berada didepan usaha mereka dan tidak dibersihkan oleh dinas pekerjaan umum.

“Abang lihatlah batu dan timbunan tanah didepan warung kami itu bang, apa mungkin kami buka toko lagi jika itu tidak dibersikan dan depan toko kami berserak seperti tumpukan sampah, abang lihatlah sampai kapan kami akan menutup toko ini dan kami makan apa bang kalau proyek ini lama dikerjakan” Pungkas nya kepada media siasat nusantara.

Dalam hal ini, pihak media pun berkordinasi kepada plt kadis pekerjaan umum medan dan pihaknya sudah menyerahkan segala sesuatunya dalam pembangunan terkait kepada kontraktor dan mengalihkan pihak wartawan untuk bertanya kepada kontraktor.

“Ya udah bang telepon saja kontraktornya tanyakan aja nanti pengawasnya disana bang,” Pungkas Plt kadis PU kepada media seakan tidak peduli (Doni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *