Pemkab Toba Samosir Tidak Pernah Menertibkan Baliho Ucapan Selamat Natal

Balige, SN | Terkait dengan maraknya pemberitaan pencabutan baliho ucapan natal oleh pemerintah kabupaten toba samosir terhadap salah satu bakal calon bupati dengan tegas dibantah oleh sekertaris dinas satuan polisi pamong praja (POL-PP) dan pemadam kebakaran Tobasa Jhonsy Siagian diruang kerjanya (jumat 13 /12) , menurutnya itu tidak benar karena memang kita tidak ada melakukannya, tetapi baliho yang lain memang ada kita tertibkan tetapi bukan baliho ucapan selamat natal karena menurut kita baliho tersebut sudah mengganggu tata ruang kota dan yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas dan itu kita lakukan berdasarkan peraturan bupati, jadi ada dasar hukumnya kita melakukannya.

Hal ini juga telah menjadi perhatian bapak bupati melalui asisten satu bapak Harapan Napitupulu telah memanggil kita melalui staf operasional POL-PP sudirman Siringoringo dan telah kita jelaskan kita tidak ada menertibkan baliho ucapan selamat natal oleh siapapun atau bakal calon bupati.

Untuk lebih jelas saya akan panggil staff kita bagian Provost POL PP Markus Sirait ucap Jhonsy Siagian kepada wartawan siasat nusantara, setelah itu Markus Sirait memberi penjelasan bahwa selama dua minggu terakir kami tidak ada melakukan penindakan atau mencabut baliho ucapan selamat natal sementara setahu saya berita yang muncul tentang pencabutan baliho adalah tiga hari terakir ini, jadi menurut saya hal itu tidak benar jadi saya berharap agar masyarakat jangan menyalahkan kami satuan polisi pamong praja tobasa ucap Markus Sirait.

Menimpali hal tersebut lebih lanjut Jhonsy berharap agar semua pihak tidak berpikir negatif kepada pemkab toba samosir dan berharap agar semua pihak saling menahan diri karena saat ini adalah saat suasana natal sehingga saat ini adalah saat yang damai dan saling memaafkan.

Hal ini juga di amini oleh ketua Aliansi Tobasa Melawan, Frits Simanjuntak mengajak agar semua masyarakat, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, wartawan yang ada di toba samosir agar tidak saling mencurigai agar suasana natal di bulan desember ini akan begitu hikmah dengan penuh suasana kedamaian dan kasih. Frits berharap dengan kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar tidak terulang kembali. (fr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *