Proyek ADD Disoal Warga Lestari Indah pengecoran Bahu Jalan Terkesan Mubazir

SN – Simalungun || Sebanyak kurang lebih 1400 warga Perumnas Batu 6 Desa Lestari Indah Kecamatan Siantar mengeluhkan pelebaran jalan di kiri dan kanan jalan Makadame Raya.

karena dianggap tidak tepat-guna kecuali bagi kenyamanan orang – orang bermobil saja dan hanya menghambukan uang ADD saja, pada hal rumah tangga pemilik mobil di desa Lestari Indah ini hanya sebagian kecil dari sekira 700 an rumah-tangga.

Menurut M. Hutabarat (66) warga Huta VI Lestari Indah, Pelebaran jalan ini tidak dibutuhkan sebagian besar warga karena jalan yang sudah puluhan tahun dipakai warga sudah cukup nyaman.

“Sebagian besar warga mengeluhkan akan hal ini, pelebaran ini hanya latah infrastruktur dan berakibat mubazir. Karena dari beberapa ruas jalan yang sudah selesai dilebarkan tidak langsung memberi manfaat bagi setiap warga.,” jelas hutabarat.

Lebih lanjut Hutabarat menambahkan proyek ini Tidak menimbulkan kemajuan ekonomi kerakyatan untuk mencapai kesejahteraan. Jauh dari peningkatan income per capita apalagi menekan inflasi desa. Karena setelah dilebarkan dengan semen biasa tidak menimbulkan kesibukan lalulintas ekonomi warga. Pelebaran itu tak diikuti dengan semakin banyaknya orang yang memakainya atau dipakai untuk tempat jualan di kaki lima baik pada siang apalagi malam hari. Bahkan pada malam hari pukul 21.00 WIB jalanan sudah lengang.

Masih menurutnya Sebagian besar warga tidak diundang dalam musrenbangdes untuk memutuskan apa yang paling dibutuhkan warga untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang bisa mensejahterakan warga. Kebanyakan warga terkejut waktu pengerjaannya dimulai karena tidak tahu sebelumnya.

“Entah bagaimana Maujana terpilih bersama Kades seenaknya mengutamakan pelebaran jalan ini sebagai kebutuhan warga tetapi tidak meminta pendapat warga secara menyeluruh,”tambahnya lagi.

Agaknya Kades Nagori Lestari Indah M. Girsang bersama Partuha Maujana Desa Lestari Indah dan hanya beberapa orang warga yang memprioritaskan infrastruktur mubasir ini.

Sementara salah satu tokoh masyarakat HD (65) warga lestari indah saat dikonfirmasi awak media mengatakan

“Akibat buruknya adalah Dana Desa yang sudah habis sekira 400 jutaan ini cuma bikin udara panas dan gersang karena pohon penghijau yang membuat lingkungan perumahan teduh hilang dan oksigen yang dikeluarkan pepohonan jadi hilang pula.,” jelas HD

Untuk diketahui manusia dan pohon saling bertukar kebutuhan yaitu tumbuhan mengeluarkan oksigen yang dibutuhkan paru-paru untuk menjadi energi buat otak dan tubuh manusia sedang CO2 dari nafas manusia dibutuhkan tumbuhan sebagai energi transportasi makanan dari daun kedalam pohon sampai akar.

Saat ini proyek infrastruktur ini sedang dilakukan di Jl. Durian dengan memusnahkan semua pohon dipinggir jalan tanpa menerima protes dan keluhan warga.

Perlu diingatkan kembali BUMDes Lestari Indah membuka usaha fotocopy yang tak jelas hasilnya padahal biaya sebesar 475 juta-an untuk ini dari ADD sudah habis hingga kini yak jelas feedbacknya.

(Misno)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *