Sosialisasi Program KB Bagi Kelompok Masyarakat dan Lintas Sektoral

program keluarga berencana bagi kelompok masyarakat dan lintas sektoral Kabupaten Toba Samosir Tahun 2019, di aula kantor DPPKB, Tambunan, Kecamatan Balige, Kabupaten Tobasa, Selasa (3/12).

SN – Balige | Dalam rangka mendukung suksesnya program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) melalui peran serta masyarakat, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) melaksanakan kegiatan sosialisasi program keluarga berencana bagi kelompok masyarakat dan lintas sektoral Kabupaten Toba Samosir Tahun 2019, di aula kantor DPPKB, Tambunan, Kecamatan Balige, Kabupaten Tobasa, Selasa (3/12).

Kepala Dinas PPKB, dr Pontas Batubara MKes, menyampaikan tujuan sosialisasi dilaksanakan untuk memberitahukan kepada mitra apa yang sudah dikerjakan, melihat dan menilai bagaimana kerjasama atau sinergitas sesama organisasi perangkat daerah (OPD) dalam pembanguban yang berwawasan kependudukan.

“Selain itu kita menginginkan percepatan pembuatan grand design pembangunan berwawasan kependudukan supaya masyarakat menjadi pusat pembangunan itu sendiri, bukan hanya proyek semata”, sebutnya. 

Kegiatan sosialisasi menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya St Prof Dr Albiner Siagian, guru besar tetap ilmu gizi FKM USU yang juga kepala departemen gizi kesehatan masyarakat FKM USU yang secara gamblang memaparkan gizi untuk kesehatan keluarga.

“Program KB bukan hanya soal anak namun bagaimana menjadikan keluarga yang lebih sejahtera dan berkualitas menjadi muaranya dan Kampung KB sebagai pintu untuk lintas sektoral”, sebutnya.

Sementara narasumber lainnya, Laura Ance Sinaga SKM MHSM MPH, kepala bidang pengendalian penduduk Dinas Pengendalian Penduduk Provsu, memaparkan pembangunan berwawasan penduduk.

Situasi kependudukan di Indonesia yang mencakup jumlah penduduk yang besar, laju pertumbuhan penduduk yang tinggi, kualitas penduduk yang masih rendah dan penyebaran penduduk yang tidak merata, sebutnya, berdampak pada aspek kehidupan sosial ekomomi, lingkungan, serta politik dan pertahanan keamanan. 

“Pembangunan yang dilaksanakan  akan menyebabkan transisi demografi, perubahan pada struktur penduduk dapat mejadi berkah atau petaka, Kabupaten Toba Samosir memiliki tantangan kependudukan masih tingginya angka kelahiran dan migrasi keluar, untuk itu perlu pelaksanaan pembangunan berwawasan kependudukan”, pungkasnya. (Jaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *