Bangunan Kios Di Simpang Jodoh Diduga LIAR

Siasatnusantara.com – DELISERDANG || Pembangunan Ratusan Kios diduga liar marak dengan pengawasan para oknum preman di kawasan Simpang Pasar 7 (simpang jodoh) dan Simpang Pasar 8, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang terkesan “tutup mata” terhadap menjamurnya pembangunan ratusan kios liar tersebut. Para oknum preman tersebut seperti penguasa yang tidak perduli dengan melanggar aturan yang ada.

Beberapa waktu lalu, dengan alasan untuk pelebaran jalan dan melanggar roiland jalan. Tim terpadu Pemkab Deli Serdang yang dipimpin Camat Percut Sei Tuan menurunkan dua unit excavator untuk menggusur dan merubuhkan puluhan kios-kios pedagang di kawasan simpang pasar 7 dan Simpang pasar 8 tersebut.

Tetapi, pasca penggusuran itu, para oknum preman dengan leluasa menguasai kawasan yang digusur tersebut dan membangun lagi kios-kios dengan melanggar roiland jalan.

“Dulu katanya kios kami digusur karena untuk pelebaran jalan dan melanggar roiland jalan, tetapi sekarang dibangun lagi oleh tukang diawasi oleh para oknum preman di bekas penggusuran itu dan diatas roiland lagi,” ujar salah seorang sumber yang tak mau namanya ditulis kepada wartawan (16/1/2020).

Camat Percut Sei Tuan Khairul Azman BUNGKAM saat di konfirmasi wartawan terkait munculnya lagi kios-kios baru yang dibangun dengan pengawasan para oknum preman itu.

Saat dikonfirmasikan kepada camat apa tanggapannya tentang maraknya bangunan diduga liar dikawasan simpang pasar 7 dan Simpang Pasar 8 Tembung, Desa Bandar Klippa, Khairul Azman enggan menjawab WA wartawan.

Dengan penguasaan para oknum preman dan menjamurnya kios kios yang diduga liar dibangun tanpa ada Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB) dan tidak menghasilkan PAD di kawasan simpang Pasar 7 dan Simpang Pasar 8 Tembung, para kalangan pun berkomentar miring terhadap Pemkab Deli Serdang dan khususnya kinerja Camat Percut Sei Tuan Khairul Azman.

terkait viralnya pemberitaan di media cetak maupun media online Zamal Arifin Hrp selaku ketua LSM DPW Gebrakk Sriwijaya Sumatera Utara angkat bicara.

Dikatakannya, Pemkab Deli Serdang khususnya Camat Percut Sei Tuan Khairul Azman Harahap jangan melakukan pembiaran pembangunan kios-kios diduga liar itu yang tanpa IMB di kawasan simpang Pasar 7 dan Simpang Pasar 8 Tembung itu. ” Pintanya.

“Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut harus turun tangan dalam penguasaan para preman di lahan eks HGU di simpang Pasar 7 dan simpang Pasar 8 Tembung, karena kalau ini dibiarkan akan terjadi konflik di lapangan, apa lagi itu tanah eks HGU, yang harus jelas peruntukannya berdasarkan RUTRK, ” Tegas Zamal Arifin Hrp kepada wartawan saat diminta tanggapannya tentang bangunan tersebut. 16/1/2020).

Sambung Zamal, Gubernur harus memanggil Bupati Deli Serdang terkait hal tersebut. Bupati juga harus mengevaluasi kinerja Camat Percut Sei Tuan Khairul Azman yang dinilai tebang pilih terhadap pengusuran puluhan kios pedagang beberapa waktu lalu dan melakukan pembiaran munculnya lagi kios-kios baru di lahan yang baru digusur tersebut.” Terangnya.

Masih katanya, ratusan kios baru di kawasan Simpang Jodoh Tembung harus digusur dan para oknum preman yang mengusai lahan di simpang Pasar 7 dan Pasar 8 Tembung juga harus ditangkap, karena lahan eks HGU yang diduga dikuasai para oknum preman tersebut adalah tanah negara, jadi ada aturannya, jangan main rampas begitu saja,” tandasnya.

Pantauan awak media ini dilokasi tampak terlihat para pekerja sibuk melakukan pembangunan kios itu Tampa ada hambatan dari pihak manapun dan menurut info dari warga setempat yang namanya tidak mau dikorankan kios – kios tersebut disewakan kepada para pedagang sebesar 10 (sepuluh juta) per tahunnya. ( tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *