Guntur Turnip “Satpol PP Kurang Serius Mengeksekusi Bangunan Tanpa IMB”

Siasatnusantara.com || Jumat (10/01/2020) || Satpol PP kota Medan mengeksekusi bangunan di Jln. Suasa Raya Lingk. V Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli.

Pengetukkan bangunan dua pintu oleh Tim Satpol PP, dilakukan Kamis(09/01/2020) kemarin. Tanah tersebut dijadikan tempat usaha panglong oleh warga bernama Supriyono yang menurutnya selama 30 tahun telah menempati tanah tersebut, dan baru saja dibangun menjadi tempat usaha sekaligus tempat tinggalnya.

Dalam eksekusi bangunan ini sekitar pukul 10:00 Wib pagi tadi hingga selesai, dipimpin langsung Kabid Penindakan Satpol PP Ardhani bersama Adi selaku Kasi Trantib Kecamatan Medan Deli juga hadir perwakilan Dinas TRTB yang diwakilkan oleh Gom gom, Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa Kecamatan Medan Deli serta angota satpol PP kota Medan.

Untuk diketahui bahwa terkait tindakan tegas yang dilakukan oleh Satpol PP adalah tidak adanya izin bangunan milik Supriyono tersebut.

Ketika dimintakan oleh tim SatPol PP terkait izin bangunan dan tanah miliknya, Supriyono tidak dapat menunjukkan surat izin mendirikan bangunan tersebut.

Saat dikonfirmasi oleh wartawan media siasatnusantara.com, Gomgom selaku perwakilan dari dinas TRTB menjelaskan ” kami tidak bisa mengeluarkan izin bangunan tersebut karena tanah ini masih sengketa, artinya tidak ada surat kepemilikan tanah yang sah dari pemilik bangunan, hingga saat ini kami tidak bisa mengeluarkan izin bangunan ini” jelasnya.
“Kami mendapat laporan terkait bangunan ini dan sudah tiga kali disurati,namun pembangunan masih terus berlanjut, untuk itu kami menyurati Satpol PP guna melakukan penindakan. Mengenai tindakan apa yang diambil kami serahkan selanjutnya kepada pihak Satpol PP”ujar Gomgom.

Terpisah Kabid Penindakan Satpol PP Kota Medan, Ardhani memberikan tanggapan ” bahwa ” ini adalah penindakan non justisia, jadi pengetokan bangunan ini sebagai tindakan tegas non justisia terhadap pemilik bangunan, agar segera mengurus izinnya, dan apabila status tanah masih bersengketa dalam hal ini agar diselesaikan di pengadilan”ujar Ardhani.

Tanah dan bangunan yang ditempati oleh Supriyono ini adalah milik dari Alm. Husaini dan Hendrik Chandra seluas 8000 M2. Menurut informasi Alm.
Husaini dan Hendrik Chandra memiliki surat sertifikat hak milik( SHM )atas tanah seluas 8000M2 yang berada di Jln. Suasa Raya lingk. V Kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli.

Guntur Turnip selaku pemegang kuasa pemilik tanah memberikan komentar terhadap penindakan yang dilakukan oleh tim Satpol PP kota Medan.
Guntur Turnip mengatakan bahwa ” Saya sebagai pemegang kuasa atas pemilik tanah yang bernama Alm. Husaini dan Hendrik Chandra, kurang mengapresiasi kinerja Satpol PP dan tim, karena pengetokan bangunan tersebut ada dibelakang tidak dilakukan di bagian depan dan samping ,jadi saya menduga tindakan ini hanya sekedar saja,artinya tidak ada tindakan serius yang harusnya dilakukan pembongkaran”ujarnya. “Selain itu pemilik bangunan ini diduga dibekingi oknum aparat TNI dan oknum Polisi dari kesatuan Brimob. Maka untuk itu kami akan melaporkan ke komandan kesatuannya”tegas Guntur Turnip.

Tambahannya” kami memberikan waktu sampai 14 hari, apabila bangunan itu tidak dikosongkan, akan kami tuntut di pengadilan selaku pemegang kuasa dari Pemilik tanah”jelasnya.
” Kami punya surat serifikat Hak Milik atas tanah tersebut, termasuk tanah dan bangunan yang ditempati Supriyono ini”pungkasnya.( Gus )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *