Rujak Ulek Khas Simpang Jodoh Tembung

Siasatnusantara.com – MEDAN || Kelezatan Rujak Simpang Jodoh yang Melegenda di Kota Medan. Kecamatan Medan Tembung yang berada di wilayah administrasi Medan dan Kabupaten Deliserdang memiliki sajian kuliner yang bisa dinikmati para pelancong. Seperti di Pasar VII, Tembung, tepatnya di Simpang Jodoh.
Kawasan ini menyajikan berbagai jenis kuliner, aksesoris, baju, perlengkapan sekolah, bahkan pasar untuk kaum ibu-ibu berbelanja memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kalau menyebut kata Simpang Jodoh, tidak akan jauh dengan kata rujak uleg.
Ya, rujak ulek khas ‘Simpang Jodoh’ ini namanya cukup terkenal.

Tidak jarang wisatawan lokal maupun manca negara singgah ke tempat ini hanya untuk mencicipi rujak uleg. Namun, kenapa rujak uleg khas ‘Simpang Jodoh’ini sangat terkenal ?.
Awak media ini saat menyambangi salah satu warung rujak ulek, bernama ‘Warung Rujak Ulek Ibu Rita’.
Pemilik salah satu warung tersebut menjelaskan bahwa rujak di sini (Simpang Jodoh) tidak seperti pada umumnya.

“Kalau rujak kan masalah buah di mana-mana sama kan. Nah kunci rujak ini selain buahnya yang segar-segar, yakni di bumbunya,” ucap wanita paruh baya ini, minggu (8//1/2020).

Lantas awak media ini menanyakan kepada pemilik warung tersebut yang akrab disapa Ibu Ani. Ia pun menuturkan bumbunya yakni diolah menggunakan pisang batu.

“Selain cabai dan bumbu lain pada umumnya. Rujak uleg di sini dicampur pisang batu yang mana diuleg bersama bumbu lainnya,” sambung wanita yang selalu berhijab ini.
Soal harga, rujak ulek khas’Simpang Jodoh’ ini terkesan relatif bersahabat. Harganya perbungkus dengan ukuran standar di sini, yakni Rp 15 ribu. Untuk macam-macam buah, penjual biasanya menawarkan apa yang diinginkan oleh pembelinya.
“Kalau buah itu urusan pembelinya, mau buah apa saja yang akan dipotong. Untuk buah yang kami sediakan itu seperti jambu air, jambu biji, kedondong, mangga, Nenas, bengkuang, dan beberapa buah lainnya,” kata Rita sembari memotongi buah pembelinya.
Untuk rasa pedas pada bumbu rujaknya, para pedagang selalu menawarkan kepada pembeli mau pedas, sedang atau sangat pedas.
Para penjual rujak uleg di sini, dahulunya hanya menggunakan meja, jika malam hari menggunakan lampu sentir.
“Ia, dulu kami di sini jualan hanya mengandalkan lampu sentir (obor) dan hanya meja ulekan saja. Namun sekarang tidak lagi. Karena ada bantuan dari Pemkab Deliserdang, kami diberikan steling untuk berjualan. Jadi buah-buahan di sini jauh lebih higienis dan tidak terkena debu. Meski sebelum dipotong terlebih dahulu dicuci.” Ungkapnya.

Tidak hanya jual rujak, di Simpang Jodoh ini juga dikenal menjual aksesoris, baju dan perlengkapan sekolah.
Rumah toko (Ruko) juga terdapat sepanjang jalan Simpang Jodoh ini, yang menjual berbagai macam keperluan.
Di Pasar VII, Tembung ini, juga terdapat penjual Ikan Bakar, Kerang Rebus, pakaian dan banyak ragam.” Jelas Rita sambil tersenyum mengakhiri pembicaraan. (zamal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *