Warga Dusun VII Meminta Presiden RI “Tindak” CV Anugera Diduga Ilegal Dan Menyebabkan Udara Kotor.

Siasatnusantara.com – Medan || Selasa 28 Januari 2020 CV Anugerah, Pabrik Timah yang berada di jalan lapangan II desa Bandar Setia kecamatan Percut Sei Tuan kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara , terpantau Masih Tetap melanjutkan operasi usahanya Selasa (28-01-2020) walau Masyarakat sekitar yang tinggal berdekatan dengan lokasi pabrik yakni dusun VII, Dusun VIII, dan Dusun VI desa bandar setia sudah melakukan protes kepada pemerintah desa setempat dan kecamatan.

Protes dilakukan warga karena aktivitas pabrik yang melakukan pembakaran timah, babet dan aluminium menyebabkan asap membumbung dan bau menyengat dirasakan oleh warga sekitar pabrik. Warga mengaku terganggu akibat aktivitas pembakaran tersebut bahkan ada beberapa warga terdampak mengalami gangguan pernapasan akibat tak sengaja menghirup udara yang bercampur dengan gas-gas beracun hasil pembakaran.

warga khawatir jika aktivitas pabrik tersebut berlanjut akan berdampak kepada anak-anak dan balita yang tinggal di sekitaran lokasi pabrik.

warga menuturkan bahwa izin usaha dari pabrik tersebut adalah awalnya botot atau pengumpulan barang rongsokan dan barang bekas, namun sejak tahun 2015 hingga tahun 2020 aktivitas berubah menjadi pengolahan timah, babet, alumunium dengan cara dibakar.

Menurut warga, Pemerintah kecamatan Percut sei tuan belum melakukan tindakan kepada CV anugrah agar menghentikan kegiatannya karena sudah meresahkan warga dan menyebabkan gangguan kesehatan bagi warga sekitar lokasi pabrik.

Warga meminta kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo agar dapat menyelesaikan persoalan dan keluhan warga yang berada di desa bandar setia kecamatan Percut sei tuan kabupaten Deli Serdang agar warga merasa nyaman tinggal di tempat mereka diami. Warga mengaku sangat was-was terhadap kesehatan warga yang ada di sekitaran lokasi pabrik akibat aktivitas dari pabrik yang diduga ilegal tersebut.

Warga berencana melakukan aksi protes atau demonstrasi di depan CV anugrah pada hari Kamis tanggal 30 Januari 2020 agar pemerintah lebih cepat tanggap terhadap apa yang dirasakan oleh warga sekitar pabrik dan berharap agar aktivitas pembakaran CV anugrah dapat dihentikan dan ditutup untuk selamanya.

Kapolda Sumatera Utara yang dikonfirmasi melalui WhatsApp mengaku akan berkoordinasi dengan pemerintah kota Medan.

Hingga berita ini diturunkan awak media belum berhasil meminta keterangan dan tanggapan dari pemilik CV Anugrah terkait dengan keluhanan warga desa Bandar setia yang terdampak asap yang kotor yang dihasilkan oleh aktivitas pabrik CV Anugrah. ( S P)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *