4 dari 5 Bersaudara Mengalami Lumpuh di Huta Buntul Desa Lae Hole Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi Sumatera Utara

Siasatnusantara.com – Dairi || Anak dimaksud adalah buah cinta pasangan suami istri Ual Sagala (50) dan Nurlina boru Sitorus (45).

Lumpuh dimaksud diderita setelah umur 3 bulan. Sesungguhnya, persalinan normal dan ketika dalam kandungan, Nurlina mereka selalu kontrol.

Demikian diterangkan Camat, Rafael Siringo-ringo usai menyerahkan bantuan dan pendataan, Sabtu (8/2/2020). Rafael menyampaikan rasa empati bersama tenaga medis dr Benry Purba dan serta anggota Bhabinkamtibmas, Pasaribu.

Hanya 1 orang normal, yakni Riama Ayerki Sagala pelajar SD kelas 3.

Anak penderita disabilitas dimaksud masing-masing Sehat Mora Andreas Sagala (21) Maju Jusuf Sagala (19), Yogi Samuel Sagala (17) dan Narta Wijaya Sagala (7).

Nurlina menceritakan betapa berat beban yang dia hadapi. Harus memberi makan ke empatnya dengan cara memangku. Tiada waktu untuk keluar rumah termasuk acara pesta. Mesti dibawa bersinar bergantian.

HARTA HABIS

Harta benda habis terjual demi biaya hidup dan pengobatan. Kasur telah rusak, ujar Rafael sebagaimana info di peroleh dari Nurlina.

Sampai-sampai, rumah mulai rewot sedang langit-langit terpaksa dipasang karton dan karung goni. Untuk makan sehari-hari saja susah.

Rafael menerangkan, rumah tangga ini mendapat perhatian pemerintah. Disertakan dalam program sosial. Sehat Mora memperoleh bantuan Rp300 ribu per bulan dari Kementerian Sosial. Mereka juga ikut dalam penerima Rastra serta memperoleh Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Pun begitu, keluarga ini merindukan, agar 3 adiknya turut menerima donasi dari kementerian mengigat deritanya serupa. Jangan hanya 1 orang.

Ke depan kata Rafael, diupayakan turut disertakan dalam Program Keluarga Harapan dan Riana memperoleh Kartu Indonesia Pintar (KIP). Demikian bedah rumah, direncanakan kebagian.

Rafael berharap, warga membuka hati menyisihkan sebagian rejeki demi membantu kehidupan keluarga Sagala.

Sebenarnya, anak-anak tersebut sudah pernah dibawa berobat ke RSU Adam Malik Medan. Namun disarankan pulang lantaran tak ditemukan diagnosa. Petugas medis dan sosial silih berganti berkunjung.

Rafael menyebut, segera menghadap Bupati, Eddy Kelleng Ate Berutu guna mencari solusi.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *