BERDOALAH PENUH PENGHARAPAN, KEYAKINAN DAN HATI YANG MERENDAH

Sn -Jakarta || Yakin dengan doamu adalah salah satu penyebab makbulnya doa.

Allah mensifati hambanya yang taat dan tidak sombong ialah yang selalu berdoa meminta kepada-Nya

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.
[Ghafir: 60]

Ini termasuk kelembutan Allah kepada hamba-hamba-Nya dan nikmat-Nya yang besar, dimana Dia mengajak mereka kepada sesuatu yang di sana terdapat kebaikan bagi agama dan dunia mereka, serta memerintahkan mereka berdoa kepada-Nya dan menjanjikan akan mengabulkan doa mereka. Demikian pula mengancam orang-orang yang sombong dari berdoa kepada-Nya.
Yakni mereka yang tidak mau berdoa kepada Allah. Mereka akan memperoleh azab dan kehinaan sebagai balasan terhadap kesombongan mereka.

Seorang hamba Allah sedang membangun ketergantungannya dengan Allah saat dia berdoa.
Merupakan kebiasaan yang baik adalah membangun ketergantungan kepada Allah. salah satu diantaranya adalah banyak berdoa kepada-Nya, sekalipn untuk hal yang dianggap kecil.

Anas bin Malik رضي الله عنه berkata,

لِيَسْأَلْ أَحَدُكُمْ رَبَّهُ حَاجَتَهُ كُلَّهَا حَتَّى يَسْأَلَ شِسْعَ نَعْلِهِ إِذَا انْقَطَعَ
“Hendaknya kalian meminta semua hajatnya kepada Rabb-nya, sampaipun minta (kepada-Nya) ketika tali sandalnya putus. (HR. At-Turmudzi, 3962; Ibnu Hibban)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

إِنَّهُ مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ
“Bahwasanya barangsiapa yang tidak (mau) meminta kepada Allah, maka Allah murka kepadanya.” (HR Tirmidzi )

Ath-Thiibi menjelaskan, “Barangsiapa yang tidak mau memohon kepada Allah maka ia telah memposisikan diri untuk dibenci oleh Allah, dan orang yang dibenci layak untuk dimurkai, dan Allah suka jika hamba-Nya memohon kepada-Nya.
Allah menyebut orang-orang yang tidak mau berdoa kepadaNya sebagai orang yang sombong.
(Syarah At-Turmidzy)

Disebutkan dalam Sya’ir,

الله يغضب إن تركت سؤاله وبني آدم حين يسأل يغضب

“Allah murka ketika engkau tidak berdoa kepada-Nya. Sedangkan Bani Adam justru murka jika kamu meminta (kepadanya.)”

Diantara doa yang seharusnya dijaga dan dipanjatkan oleh hamba-hamba Allah yang beriman adalah mereka memohon kepada Allah agar diberi keteguhan iman, seperti do’a yang tertulis dalam firmanNya:

ربنا ﻻ تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب
“Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan setelah Engkau beri petunjuk kepada kami dan anugerahkanlah rahmat dari sisimu sesungguhnya Engkau adalah dzat Yang Maha Memberi ” (Ali Imran: 8)

ربنا أفرغ علينا صبرا وثبت أقدامنا وانصرنا على القوم الكافرين

“Ya Rabb kami, berilah kesabaran atas diri kami dan teguhkanlah pendirian kami serta tolonglah kami dari orang-orang kafir.” (Al Baqarah: 250)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Sesungguhnya seluruh hati Bani Adam terdapat di antara dua jari dari jemari Ar Rahman (Allah), bagaikan satu hati yang dapat Dia palingkan ke mana saja Dia kehendaki.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Agar hati tetap teguh maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم banyak memanjatkan do’a berikut ini.

يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك
“Wahai (Allah) yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada din-Mu.” (HR. Turmudzi)

MUDAH-MUDAHAN kita senantiasa tergerak hati untuk berdo’a utamanya agar iman kita diteguhkan saat menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Dan yang paling pokok lagi dalam penantian doa adalah keyakinan untuk terkabulnya doa.
Bagi orang-orang yang benar imannya, maka ia akan yakin bahwa Allah adalah Dzat yang mustahil akan berbohong terhadap apa yang telah Dia janjikan. Allah adalah Dzat yang tak kan pernah melakukan salah perhitungan atas segala takdir dan ketentuan-Nya. Ketentuan Allah tak kan mungkin meleset atau salah sasaran, dan pengabulan Allah atas doa-doa hamba-Nya juga tak kan mungkin datang terlambat.

Allah berfirman,
““Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi perintah-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran”. [Al-Baqarah: 186]

Saat kita sudah berdoa pada Allah, dan kita sudah serahkan urusan tersebut pada Allah, maka setelah itu kita harus meyakini bahwa permintan kita sedang di proses dan akan di jawab Allah. Hanya saja mengenai kapan waktunya, bagaimana caranya dan seperti apa bentuknya, tentu itu terserah Allah, dan Allah lebih tahu tentang kebutuhan kita daripada diri kita sendiri. Tugas kita adalah berdoa, tentang pengabulannya terserah Allah. Maka berdoalah, lalu yakinlah…!

Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda,

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ .
Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Tirmidzi: 3401 )

Bay Dewa Aruna

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *