Gawat Bah”Sela Dan Tia Di Duga Di Ancam Penjara,Oleh Pihak Judi King Zone

Siasatnusantara.com – Deli Serdang ||Tia (17) dan Sella (16) beralamat di desa Tanjung Mulia dan desa Jati Baru kecamatan Pagar Merbau kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara, anak gadis remaja dibawah umur yang telah putus sekolah di karenakan keadaan ekonomi orang tuanya yang tidak mendukung ingin memiliki uang demi menunjang kehidupan layaknya para remaja lainnya dan turut membantu perekonomian orang tuanya sedangkan bantuan miskin dari pemerintah selama ini tidak pernah diperoleh

Kini Tia dan Sella bekerja di sebuah usaha yang diduga tempat perjudian dikelola oleh Aho dan Ahok yang bernama KING ZONE yang beralamat di desa Bakaran Batu ( perbatasan) kecamatan Lubuk Pakam Deli Serdang, bekerja sebagai kasir dan pelayan warga yang ingin bermain dengan menggunakan koin yang telah dibeli terlebih dahulu, namun nasib naas menimpa dirinya mereka harus menuruti keinginan pemilik untuk menutupi kerugian yang dialami pengusaha yang menurutnya ( Aho) pengahasilan yang diperoleh dari setiap permainan judi mencapai sekira Rp 9.000.000,- hanya diperoleh Rp. 2.000.000,- lebih, guna menutupi kerugian yang menurut pengusaha mencapai Rp. 7.000.000,- Tia dan temannya harus menutupi dan mencukupi mencapai Rp. 9.000.000,- dengan ancaman akan di laporkan ke jalur hukum kepolisian bila Tia dan temannya tidak memenuhi dan menutupi kekurangan tersebut, apa lagi Tia dan temannya telah menandatangani kesepakatan penuh keterpaksaan karena adanya ancaman dan intimidasi secara pisikis yang dialami

” Iya pak kami sangat terpaksa menandatangani kesanggupan untuk menyerahkan uang sekitar Rp. 7.000.000,-lebih, kami berempat di sekap oleh Aho ( pengelola) tidak boleh pulang padahal jam kerja yang di tentukan sudah berlalu yaitu kerja dari jam 11.00 wib – 23.30 wib, kami di sekap sampai jam 04.00 wib pagi, awalnya kami berempat yaitu Tia, Sella, Selli, dan Rosa sekitar jam 01.00 wib dinihari Selli dan Rossa di suruh pulang maka tinggal kami berdua selanjutnya kami harus menandatangai bersedia mengembalikan uang titipan Rp. 7.000.000,-lebih itu pada hari Senin tanggal 03/02/2020 dan bila tidak di penuhi maka kami akan di penjarakan padahal uang tersebut tidak ada kami terima ataupun ambil ” Jelasnya

Dahlia ( 39 ) ibu kandung Tia ketika diminta keterangannya oleh Media Purna Polri Jumat 31/01/2020 mengatakan ” Tia itu anak kandung saya beberapa minggu ini memang ada meminta izin untuk bekerja dengan alasan ingin membantu ekonomi rumah tangga kami karena saya sudah bercerai dengan suami ( janda) namun saya tetap melarang dan tidak memberi izin untuk bekerja, setiap keluar rumah selalu saya tanya pergi kemana lalu di jawab akan kerumah temannya, kini mendengar kabar bahwa Tia harus menutupi uang Rp. 7.000.000,- saya sangat terkejut bagaimana kami mencari uang begitu banyaknya, apa lagi atas pengakuan Tia anak saya benar-benar tidak ada menggunakan uang bosnya mengapa harus mengganti uang itu ”

Masih keluhan Dahlia (39) “Dengan rasa kecewa dan keberatan atas tuduhan dan ancaman yang dialami anak saya (Tia) saya sangat tidak terima, Tia menjadi ketakutan karena di sekap dan dipaksa menandatangai pengakuan tentang uang Rp. 7.000.000,- itu apa lagi Tia bekerja di King Zone itu tanpa Sepengetahuan dan tidak ada izin dari ibunya, harapan saya kepada Kepolisian Polresta Deli Serdang, DPRD, Bupati Deli Serdang saya mohon tolong lindungi dan beri pembelaan pada anak saya karena anak saya sudah di fitnah dan dikerjakan tanpa izin orang tuanya, kami orang miskin mohon dilindungi, dan hancurkan judi yang ada di Bakaran Batu, adili bosnya yang mempunyai perjudian itu karena sudah membuat anak saya menjadi ketakutan ” Tangisnya

Sesuai UU no 7 tahun 1974 Penertiban perjudian dan UU no 35 tahun 2014 perubahan atas UU no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dimohon kepada aparatur pemerintahan ataupun penegak hukum Polresta kabupaten Deli Serdang segera melakukan tindakan sesuai hukum yang berlaku apabila yang di alami Tia dan Temannya atau permainan tersebut benar-benar terbukti suatu pelanggaran. (Sp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *