Ketua DPC-MPI Kec. Parbuluan Kesalkan Pemerintah Tak Perhatikan Warga Miskin

Siasatnusantara.com – Dairi || Ketua DPC-MPI Kec. Parbuluan Parlin Tamba beserta rekan-rekan menyambangi warga penyandang disabilitas, Kamis (20/2/2020).

Ialah Martupa Hariono Sitanggang (25) warga Desa Bangun, Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi. Kedatangan pihaknya guna melihat Martupa yang mengalami cacat sejak lahir dan kondisinya kian memprihatinkan. Tak hanya itu, orang tuanya yang diketahui bernama Edita Manalu (59) juga mengalami stroke.

Temuan itu pun menjadi sorotan dan diketahui banyak warga yang tidak terdata dan tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Kami dapat bantuan berupa beras raskin dari pemerintah. Beginilah kondisi kehidupan kami. Saya terkena stroke dan anak saya juga cacat seperti ini. Kami sangat berharap perhatian pemerintah terutama kepada Bapak Bupati Dairi DR. Eddy Kelleng Ate Berutu agar memperhatikan nasib kami khususnya untuk anak saya ini,” harapnya.

Setelah selesai dari rumah ibu Edita Manalu, Ketua DPC-MPI Kec. Parbuluan beserta rekan-rekan beralih ketempat lain. Pihaknya menemui warga yang mengalami kebutaan sejak lahir, Jona Hutasoit (25) anak pertama dari Marni Simbolon (49).

“Dang adong dapotan hami ito, ai namora do hami dibangun on (gak ada kami dapatkan apa-apa ito, orang kaya nya kami di desa bangun ini),” ucapnya tersenyum sembari mengungkapkan wajah kekecewaan nya terhadap pemerintah.

Ketua DPC-MPI Kec. Parbuluan Parlin Tamba sangat menyesalkan atas kejadian-kejadian yang dialami oleh beberapa penyandang disabilitas tapi tak tersentuh tangan pemerintah.

Pada momen tersebut juga MPI Parbuluan menyerahkan sedikit bantuan terhadap kedua keluarga itu.

“Kami sangat prihatin atas kejadian yang menimpa keluarga itu. Tapi kami juga sangat menyesalkan kinerja pemerintah yang berwenang atas kejadian ini beberapa kali kami konfirmasi ke Desa pasti jawabannya bukan kami yang mendata atau masalah administrasi. Ini bukan persoalan siapa yang mendata dan administrasi yang bermasalah, tapi ini masalah moral dan hati nurani,” kesalnya.(Abed Nego Sirait)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *