Mahasiswa Teknik Mesin Politeknik Negeri Medan Asal PARAPAT “Ronaldo Samosir ” Kena Tilang Bayar Ditempat Rp 250.000,- di Jalanan Kota Medan.

Siasatnusantara.com – Medan || Medan 1 Februari 2020 Warga Parapat Danau Toba Sumatera Utara bernama Ronaldo Samosir (18) yang merupakan mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Semester 1 di Politeknik Negeri Medan mengalami kesialan saat mengendarai sepeda motor di jalanan kota Medan Jumat 31 Januari 2020 sekitar pukul 16.00 WIB.

Ronaldo menceritakan bahwa Dia bersama rekannya berboncengan mengendarai sepeda motor melintas di lampu merah persimpangan jalan Thamrin – jalan Sumatera dan dihentikan oleh petugas satlantas yang tidak diketahui identitasnya.

Saat oknum polisi tersebut menghentikan kendaraan yang ditumpangi mereka, sang oknum polisi langsung menanyai kelengkapan surat surat dan melakukan penilangan.

Selanjutnya oknum polisi tersebut meminta Ronaldo Samosir untuk menyiapkan uang sebesar Rp 360.000,- agar sepeda motornya tidak bawa ke kantor.

Namun Ronaldo hanya memiliki uang Rp 250.000,- dan akhirnya sang Polisi menerima dan langsung melepas gembok yang sebelumya digembok oleh oknum tersebut. Beruntung Ronaldo Samosir sempat mengambil gambar “surat tilang” tersebut dengan kamera handphone miliknya.

Setelah oknum polisi itu menerima uang Rp 250.000 dari Ronaldo Samosir, selanjutnya oknum polisi tersebut mengambil surat tilang yang sempat diberikannya kepada Ronaldo Samosir dan langsung bergegas pergi meninggalkan Ronaldo dan temannya

Selanjutnya dia menghubungi pamannya yang bernama Berthon Siregar yang merupakan wartawan media online siasatnusantara.com yang berkantor di Helvetia untuk menyampaikan bahwasanya dia (Ronaldo) ditilang dan dimintai membayar uang sebesar Rp 360.000,- agar sepeda motornya tidak dibawa ke kantor.

Sontak pamannya “Berthon Siregar” heran karena jumlah uang yang harus dibayarkan terlalu besar Rp360.000,- dan langsung berangkat hendak menemui oknum polisi tersebut ke tempat lokasi di mana Ronaldo Samosir ditilang. Namun tidak bertemu dengan satu orang pun polisi di sana dan hanya bertemu dengan keponakannya Ronaldo Samosir.

Berdasarkan foto yang diterima awak media, kurang jelas terlihat di surat tilang nama dari oknum polisi yang melakukan penilangan, namun pada kolom : tilang nomor register yang ada di sudut bawah kiri surat tilang, jelas terlihat bernomor F 0103908.

Saat diwawancarai Berthon Siregar mengaku kepada awak media bahwa dia langsung mengejar dan mencari oknum polisi tersebut mulai dari lampu merah Medan mall hingga ke satlantas Polrestabes Medan yang berada di lapangan merdeka hingga pukul 18.00 WIB .

Namun dia (Berthon Siregar) kecewa tidak ada seorangpun personil polisi yang ditanyainya mengenali oknum polisi tersebut setelah menunjukkan foto surat tilang yang ada di handphone nya.

“sudah capek aku mengejar keliling mulai dari pos polisi dekat Medan mall sampai ke satlantas Polrestabes Medan yang di lapangan merdeka itu, para polisi yang saya temui tidak mengenali oknum polisi yang melakukan penilangan tersebut padahal sudah saya tunjukkan bukti foto surat tilangnya kepada mereka” tuturnya.

“Saya sebagai wartawan kecewa juga terhadap pernyataan para polisi yang saya temui itu, mereka mengaku tidak mengenali dan mengetahui oknum polisi yang bertugas saat itu di lampu merah di persimpangan Jl Thamrin – Jl Sumatera padahal masih satu komando.” Sambungnya.

“Saya juga kecewa terhadap oknum polisi bermarga Simanjuntak di kantor satlantas Polrestabes Medan itu yang di lantai dua yang di lapangan merdeka itu menunjukkan gelagat yang kurang bersahabat samaku, dia bilang samaku jadi kalau ditilang gratis..? katanya samaku, langsung ku tinggalkan, kubilang lah cabut lah aku pak, di jawabnya cabutlah kau, kau laporkan ke sana “. Ungkapnya mengakhiri ceritanya di kedai kopi dihadapan para wartawan yang nongkrong di Jl Tempuling Medan perjuangan.

Dia (Berthon Siregar) meminta kepada Propam Polda Sumatera Utara dan Kapolda Sumatera Utara untuk memeriksa oknum polisi lalulintas tersebut apakah bekerja sesuai prosedur atau tidak. Dia meminta Apabila ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh oknum polisi tersebut menurutnya harus diberikan sanksi yang tegas.

Hingga berita ini diturunkan awak media masih berusaha mengkonfirmasi kepada Kapolda Sumatera Utara dan Kabid Propam Polda Sumatera Utara. (Berthon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *