Nomor :STTLP 123/II/2018/Sek Medan Area Polrestabes Medan Disimpan Rapi Dalam Peti Emas, Mulai Febuari 2018 s/d 2020 Hari Ini Tak Ada Lidik

Saat pemeriksaan dan langsung penahanan

SN – Medan || Didampingi pengacaranya, Herry L Tobing SH, mereka meminta kembali pengaduannya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Rabu, (12/2/20) sekitar pukul 18.30 WIB.

Herry L Tobing SH membenarkan, kalau kliennya telah mengadukan Kiki Rifa Yogi, (40) laki – laki yang telah melaporkan kliennya hingga ditetapkan menjadi tersangka.

Hanya saja, surat laporan tersebut masih di simpan rapi didalam peti emas oleh pihak kepolisian medan area, dengan nomor : STTLP 123/II/2018/Sek Medan Area Polrestabes Medan Peyidik Panggabean Mulai selasa, (13/02/2018). s.d Minggu, 16 febuari 2020

Tak hanya itu, Herry L Tobing SH juga akan mengirim surat keberatan ke Polsek Medan Area, atas penetapan tersangka kliennya. Sebab, kliennya atas nama Tonny Hutauruk, tidak ada mengeroyok pelapor. Justru Kiki Rifa Yogi, yang berteriak maling dan memukul duluan.

Menurut Herry L Tobing SH, Tonny Hutauruk ditampar atau ditempeleng. Bahkan, dikatai-katai maling dan seperti binatang sehingga mendengar perkataan tersebut masyarakat pun menghampirinya dan memukulinya hingga tak berdaya

Melihat kejadian tersebut, Pihak masyarakatpun menghubungi pihak polsek medan area karena mereka menduga jika Toni hutauruk bersama rekannya Ewin Panjaitan tidak berdaya lagi atas pukulan yang bertubi – tubi menghampirinya. Kala itu kejadian tersebut berada di wilayah hukum medan area yang merupakan wilayah tinggal pelapor Kiki Rifai Yogi.

Tak hanya mendapat perlakuan itu dirinya juga dilaporkan oleh Kiki Rifa Yogi. Kejadian itu kemudian oleh Tonny Hutauruk juga melaporkan kiki Rifa Yogi ke Polsek Medan Area, hingga Tonny Hutauruk yang tinggal jalan rupat medan, Kecamatan medan timur, kota medan sumatera utara, ditetapkan tersangka.

“Ini kan tidak adil. Masak orang yang yang dipukuli dan memiliki cacat tetap patah lengan dan dikata-katai anjing dan pencuri menyebabkan orang lain ikut melakukan pengeroyokan secara bersama sama , dan klien kami yang bonyok, menjadi tersangka,” ujar Herry L Tobing, SH.

Adanya temuan kejanggalannya juga, Pihak tonny hutauruk yang sudah membuat laporan polisi dengan dugaan mengajak orang lain melakukan tindak pidana kekerasan pasal 170 tidak adanya tanggapan malah didiamkan, sedangkan pelapor yang saat itu melakukan melakukan tindakan arogansi pada saat membuat laporan tidak ada sakit mata dan sudah dilakukan visum namun tidak mendapat adanya luka sehingga mereka melakukan berobat mata ke pengobatan mata dan hal itulah dijadikan menjadi pedoman laporan.

Kejanggalan lainnya, pihak Kiki Rifai Yogi sempat tawarkan berdamai dengan meminta uang Rp.100.000.000; (Seratus juta Rupiah) Hal itu sudah sangat jelas untuk melakukan pemerasan

Dalam Jalur meminta uang Rp.100.000.000; (Seratus juta Rupiah) untuk berdamai malah pihak polsek medan area juga mendukung perdamaian tersebut hal tersebut terbukti setelah pihak media menghubungi kapolsek Kompol Faidir chaniago

“Ya udah bang, nggak usah ditangguhkan berdamai aja lah sesuai permintaan mereka” Pungkas faidir

Dilain orang, Gurning dan Ps sudah pernah mencoba menghubungi pak kiki Rifai yaitu pelapor, aebelum penangkapan tonny terkait perdamaian agar mobil finance tersebut diselesaikan dan dikembalikan kepada pemilik yang sah dan sudah terjadi tawar menawar dimana penyerahan uangnya sebesar 12.500.000 (Dua Belas Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) dan uang tersebut sudah diterima dan hal itu dibantu dan disaksikan oleh seorang oknum polsek namun uangnya dalam pengurusan itu menjadi hangus.

“Kemarin juga kami udah ditipu sama si pelapor itu pura-pura nanti dia “ya” semua namun setelah selesai diurus dibilang lah besok di ambil unit dan itu disaksikan orang yang berada di Polsek tersebut namun besoknya pengacaranya lah yang membuat ribut, seakan akan kamilah yang disalahkan ya kami memang tanpa bukti namun kalau didepan polisi kan kita sudah anggap resmi dan sampai sekarangpun uang kami itu hanguslah”. Pungkas gurning dan ps saat ditanyai awak media dengan wajah sedih

Lanjutnya lagi, “Atas nama kendaraan tersebut pun benci melihat si pemakai unit itu karena unit itu sebenarnya yang berutang ipar si pemakai unit namun enggak tau kenapa karena nama dia hanya penjamin maka mobil atas nama kredit lah yang diambil paksa mereka, Itulah kronologisnya unit itu sampai ke tangannya”. pungkas gurning kembali

LBH Bara JP ketua Herry L Tobing SH, heran dan menyayangkan kliennya dijadikan tersangka. Padahal, saksi Tonny yang dimintai keterangan oleh Polsek medan Area, hanya menghampiri lokasi setelah mendengar adanya cekcok mulut di tempat kejadian, saat berlangsung adu mulut antara rekannya natal sinaga dengan kiki rifai yogi pihak tonny hutauruk mendatangi pelapor dan malah menerima satu pukulan dengan sebutan kau juga kawannya,,, maling – maling.

Dengan demikian, dirinya dipanggil sebagai saksi yang diajukan pelapor, dimana dirinya tidak mengetahui apa tindakan pelapor dengan rekannya dan tidak mendengar pembicaraan mereka yang sebenarnya.

“Loh, saya setelah dibawa polsek medan area kemarin, selasa, 13 febuari 2018 kan sudah diperiksa dengan rekan saya erwin panjaitan dan saya sudah buat laporan juga namun saya dipanggil kembali secara tiba tiba namun sudah dijadikan tersangka,” tandasnya.

Dari beberapa kejanggalan tersebut, Herry L Tobing SH, sebagai kuasa hukum diduga korban akan mengajukan keberatan ke Polsek Medan Area. Ia keberatan dengan penetapan tersangka oleh penyidik Polsek setempat. Jika nantinya surat keberatannya tidak dipertimbangkan, pihaknya akan menempuh jalur hukum lain.

“Ada upaya hukum lain nantinya, kalau surat keberatan kami tidak dipertimbangkan. Kalau orang lain melakukan hal itu, kenapa kami tidak bisa. Kalau dia minta keadilan, karena kami lah yang seharusnya meminta keadilan. Kan begitu,” pungkasnya. (Donny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *