Polsek Medan Area Pulangkan Pelaku Penganiayaan, Keluarga Korban Keberatan

Siasatnusantara.com – MEDAN || Lagi-lagi masyarakat kecewa dengan proses hukum yang ditangani oleh petugas kepolisian unit Reskrim Polsek Medan Area. Pasalnya, tiga hari setelah diamankan, pelaku penganiayaan bernama Edi alias Mata Kucing (45) dapat kembali menghirup udara segar.

Hal tersebut pun terungkap saat kru media ini melakukan konfirmasi kepada Rudi Antoni (49), Selasa (18/02/2020) melalui panggilan sellularnya.

Kepada wartawan, korban mengaku bahwa Edi pelaku penganiayaan terhadap dirinya telah bebas dan terlihat melintas di sekitar rumahnya.

“Kaget juga kami bang. Tiga hari aja dia ditangkap, setelah itu udah terlihat lagi di sekitar rumah dan kami juga ada mengabadikan gambar tersangka. Sudah kami tanya sama penyidik dan penyidiknya bilang penangguhan karena ada yang menjamin,” jelas istri korban.

Bahkan ia menegaskan bahwa dalam proses penjaminan tersebut ada memberikan sejumlah uang.
“Jaminannya pakai uang juga, tapi gak tau berapa nominalnya,” bebernya.

Dirinya bersama keluarga keberatan atas proses hukum tersebut.
“Kami atas nama keluarga, sangat keberatan atas ditangguhkan nya tersangka. Dalam melakukan penangguhan itu kan ada ketentuan nya, gak bisa suka-suka. Ini negara hukum, jangan polisi seenak-enaknya mengambil kebijakan, ikuti proses hukumnya. Kami juga khawatir, keberadaannya diluar menjadi ancaman bagi kami,” ungkapnya.

Pihaknya berharap agar pimpinan Kepolisian Daerah Sumatera Utara memfokuskan kasus yang dialami oleh suaminya ini, agar pihak kepolisian Polsek Medan Area serius dan tidak menanggap main-main setiap perkara tindak pidana.

“Bapak Kapolda Sumut, saya secara pribadi mohon agar kasus yang dialami suami saya ini ditangani serius dan tidak dianggap main-main,” pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Rudi Antoni menjadi korban penganiayaan, Jum’at (3/01/2020) malam di Jalan AR Hakim Gg. Melati Kel. Tegal Sari I Kec. Medan Area. Akibatnya, ia mengalami luka robek di bagian bibir hingga mengeluarkan darah dan juga luka lebam dibagian pipinya. Tak terima atas aksi pemukulan tersebut, membuat dirinya melaporkan Edi alias Mata Kucing ke Polsek Medan Area dengan nomor laporan polisi : STTLP/14/K/I/2020/SPKT Medan Area.(Marthin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *