PW GNPK RI SUMUT GERUDUK Kantor Gubsu Dan Binamarga

Siasatnusantara.com – MEDAN || Ratusan Massa gabungan Pimpinan Wilayah Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Sumatera Utara (Sumut), Mahasiswa dan penggiat anti korupsi gelar aksi demo pada Senin (10/02/2020) di dua lokasi berbeda

Aksi yang bertempat di depan gedung kantor Gubernur Jl. Pangeran Diponegoro No.30, Madras Hulu, Kec. Medan Polonia dan juga kantor Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Utara Jl. Sakti Lubis, Sitirejo II, Kec. Medan Amplas, Kota Medan.

Dalam aksi massa gabungan tersebut menuntut kepada Gurbernur Sumut (Gubsu), agar mencopot jabatan Kadis Bina Marga Prov. Sumut, dan meminta Gubsu untuk mengevaluasi kinerja kepala UPT jalan dan jembatan Kotanopan, serta meminta Kejatisu memeriksa KPA dan PPK proyek.

Massa menduga adanya pembangunan asal jadi di Desa Tolang Kec. Ulu Pungkut Kab. Mandailing Natal Prov. Sumut dimana sesuai kontrak pekerjaan dimulai dari (16/07/2019) yang dikerjakan oleh CV. Buana Perkasa (BP) dengan anggaran sebesar Rp. 8.773.815.000 Milliar (termasuk PPN). dengan jangka waktu pengerjaan 150 hari, tetapi sampai saat ini pekerjaan masih aktif.

Massa juga menduga pembangunan asal jadi jalan, tahun 2018 di Desa Simpang Banyak dengan anggaran Rp. 5.777.305.000 Milliar yang di kerjakan oleh PT. Sinar Batang Natal (SBN) dan tidak adanya perawatan atau pemeliharaan jalan yang di atur dalam Undang-undang Republik Indonesia No. 38 tahun 2004.

Dalam aksi massa gabungan tersebut juga menyuarakan dugaan bahwa proyek dikerjakan asal jadi akibat dari minimnya pengawasan dari dinas Bina Marga sumut. pada tanggal (24/07/2018) pembangunan jalan Provinsi sumut yang berbatasan dengan kabupaten pasaman sumatera barat juga patut diduga bahwa pengerjaannya dilakukan asal jadi terbukti dengan hancurnya jalan tersebut padahal masih kurang satu tahun,

Dan diduga adanya perusakan lingkungan dari pengorekan bukit saat melakukan pelebaran jalan sebab hasil galian tanah dibuang di atas pinggiran sungai yang mengakibatkan penyempitan aliran sungai dan hal ini sangat rawan longsor saat musim hujan yang juga patut diduga akan mengancam keamanan masyarakat setempat sehingga meresahkan masyarakat Desa Tolang Kec. Ulu Pungkut Kab. Mandailing Natal

Aksi tersebut dimulai pada pukul 10.00 Wib dan disambut oleh 2 orang perwakilan yaitu staf dari Gubsu yang diwakili oleh Salman serta Agus yang mewakili dari Bina Marga Prov. Sumut.

Massa akhirnya membubarkan diri pada pukul 13.00 Wib. Karena merasa aspirasi mereka berhasil didengarkan dan kedua perwakilan dari Gubsu serta Bina Marga Prov. Sumut tersebut berjanji akan melakukan investigasi yang mendalam terkait dugaan-dugaan yang yang disampaikan pengunjuk rasa, namun disisi lain sekretaris GNPK RI sumut Yuly berharap dinas terkat agar segera menindak lanjuti tuntutan mereka sebelum terjadi korban dan Yuly berjanji akan membawa persoalan ini ke ranah Hukum apabila dinas terkait tidak segera bertindak tutupnya sambil bergegas meninggalkan kantor dinas Binamarga sumut.(Dewan Redaksi/Sigit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *