Sebulan Bertugas di Natuna, KP. YUDHISTIRA – 8003 Aktif Pantau Situasi KAMTIBMAS Perairan, Sambang Nusa Hingga Pengamanan Kedatangan WNI dari Wuhan China

Siasatnusantara.com – Indonesia || Kapal Polisi Yudistira – 8003 telah sebulan yang lalu berada di wilayah Perairan Natuna, Kepri. Kapal Patroli milik Direktorat Kepolisian Perairan Mabes Polri tersebut tengah bertugas memastikan situasi keamanan perairan Natuna kondusif pasca kapal nelayan dan Coast Guard China memasuki perairan Natuna Utara yang merupakan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI).

AKBP Capt. Dedy Prayudi, M.mar selaku Komandan Kapal mengatakan bahwa kehadiran Kapal Polisi di Perairan Natuna adalah dalam rangka melaksanakan tugas pengamanan rutin wilayah perairan tersebut.

Patroli kapal merupakan upaya preventif Kepolisian Perairan dan telah rutin dilaksanakan oleh armadanya di seluruh wilayah Perairan Indonesia.

“Terdapat 36 personel sebagai crew kapal, kami aktif melakukan patroli dan pemantauan wilayah guna mewujudkan wilayah perairan yang aman dan kondusif, selain itu kita juga melaksanakan kegiatan sambang nusa ke pulau terluar Sekatung.

Saya telah beberapa kali juga mengikuti penerbangan helikopter dari Kepolisan Udara guna memantau seluruh wilayah perairan kita, khususnya Natuna Utara,” jelas Dedy.

Terpisah Direktur Kepolisian Perairan Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Pol. Makhruzi Rahman, S.IK.,M.H. mengatakan bahwa tugas utama KP. Yudhistira adalah melaksanakan pengamanan guna mencegah gangguan Kamtibmas di wilayah Perairan Kepri termasuk wilayah Perairan Natuna.

“Kita memprioritaskan untuk pengamanan dan pencegahan gangguan Kamtibmas di wilayah Perairan Polda Kepri, dengan status kapal tugas Kendali Operasi Pusat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Brigjen Makhruzi menjelaskan bahwa selain melaksanakan tugas mengamankan wilayah perairan khususnya perbatasan, penugasan kapal tersebut juga untuk memenuhi target penegakan hukum terhadap kapal – kapal yang diduga melakukan tindak pidana atau pelanggaran, melaksanakan Polmas terhadap masyarakat perairan dan Program Quick Wins di wilayah pesisir dan kawasan serta tugas multifungsi lainnya.

“Kita ketahui bahwa beberapa hari ini, di Natuna terjadi demo warga masyarakat yang menolak kedatangan WNI kita yang dievakuasi dari Wuhan China akibat virus Corona. Maka kita perintahkan crew KP. Yudhistira, pada saat kapal itu sedang sandar di Pelabuhan untuk membantu (back up) personel organik di sana baik TNI maupun Polri mengamankan demo penolakan oleh warga tersebut.

Mereka saya perintahkan untuk melakukan dialog dengan warga, memberikan himbauan agar tidak melakukan tindakan yang anarkis, karena mereka semua adalah saudara – saudara kita,” jelas Dirpolair saat ditemui di kantornya, Senin (03/02/2020). (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *