Tonny Hutauruk Merupakan Pekerja Objek Jaminan Fidusia Terkesan Dipaksakan Dudukan PerkaraNya Oleh Polsek Medan Area

Siasatnusantara.com – Sumut || Tonny hutauruk (50) warga jalan Rupat Medan Sumatera Utara terkesan dipaksakan dudukan perkara terhadapnya dengan perkara Pencurian Dengan Cara kekerasan oleh pihak Polsek Medan Area jajaran Polrestabes Medan, Jumat, (14/02/2020)

Dirinya, didugakan seperti tertulis disurat penjemputannya sebagai saksi dalam melakukan penarikan 1 unit mobil avanza warna putih dengan Nopol BH 1841 FM yang diberikan kuasa Oleh pihak BFI FINANCE kepada PT.Olivia Jaya Nusantara dan mensubstitusikan kepadanya saudara Tonny Hutauruk.

Adapun tuduhan yang dimaksud kepada dirinya dengan melakukan tindak pidana pencurian dengan cara kekerasan jika disimpulkan berarti membuat korban tak berdaya pada hal itu tidak ada terjadi.

Dirinya juga menduga jika pelapor terhadap dirinya melakukan laporan palsu karena dirinya merasa pekerjaan dia hanyalah sebagai seorang pekerja leasing yang mencoba menagih angsuran ketertunggakan sudah setahun tidak dibayar sehingga dirinya menjumpai pemakai unit Mobil avanza putih nopol BH 1841 FM yang menunggak kredit dari leasing BFI Finance tersebut dan pemegang kendaraan tersebut pun bukanlah debitur melainkan sebagai penadah (Pihak ke-3).

Dari info yang kita temukan, Jika dia (Pelapor) melaporkan seseorang berarti dia sudah dirugikan seperti yaitu dirugikan secara materi dan secara jasmani.

Namun dalam perkara ini, pihak pelapor tidak ada yang dirugikan dan membuat laporan pencurian dengan cara kekerasan.

Apa yang dicuri oleh terlapor dan bagaimana kekuatan hukumnya pelapor tersebut karena pelapor tersebut merupakan pihak ke-3 yang tidak memiliki hak atas objek tersebut.

Seperti contoh : Jika kita kehilangan kendaraan pastilah pihak kepolisian pertama sekali tanya ke kita, Apakah ada bpkb bapak? Jika masih kredit berarti kita harus persiapkan surat keterangan dari leasing.

Begitu juga dengan kasus berikut diatas, dimana diduga jika pelapor merupakan orang yang tidak memiliki hak dalam laporan dan laporan tersebut diduga gugur secara hukum.

Maka pihak terlapor seharusnya tidak bisa ditahan karena semua telah gugur demi hukum.

Namun dalam perkara tersebut pihak polsek Medan Area menuduhkan dirinya sebagai pencurian dengan cara kekerasan padahal dirinya pada saat menjumpai pemakai mobil tersebut diteriaki maling sehingga mengundang masyarakat untuk melakukan pemukulan. hal itu terjadi kemarin pada hari selasa,(13/02/2018) Sore. yang menyebabkan kerugian terhadap dirinya, wajah lembam, bibir pecah, dan tulang lengan patah.

Dalam perkara diatas, sudah jelas jika yang dirugikan dalam perkara tersebut adalah Tonny Hutauruk berhubung dirinya yang dikeroyok pada saat itu.

Namun alhasil kenyataan yang berbeda dimana pihak ke-3 sebagai pemakai unit (Penerima gadai) lah yang di proses laporannya dengan nomor laporan: Lp/120/K/II/2018/spkt sektor medan area tanggal 13 februari 2018 a.n KIKI RIVA YOGI

Toni Hutauruk, pertama di panggil sebagai tujuan untuk diambil keterangannya sebagai saksi, namun dirinya setelah di jemput paksa oleh Anggota kepolisian Polsek Medan Area diperiksa 1×24 jam dan setelah pemeriksaan tersebut langsung ditahan

Dalam penahanan tersebut sesuai keterangan Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chaniago membenarkan adanya penangkapan tersebut dan sudah mengarah kepada penahanan.

Pihak media juga sempat berbincang kepada kapolsek terkait sah tidaknya laporan si penerima gadai tersebut karena si pelapor tidak memiliki buku kepemilikan mobil avanza secara Sah dan jika didudukkan ke pencurian mobil tersebut pun siapa yang kehilangan mobil kan bukan pelapor dan mobil tersebut juga sudah lama berada di Polsek Medan Area mulai 13 Febuari 2018 s/d saat ini.

Dalam perkara tersebut, saksi Tonny Hutauruk pun ternyata sudah melakukan laporan atas pemukulan dirinya dipolsek Medan Area dengan nomor: STTLP 123/II/2018/Sek Medan Area Polrestabes medan a.n Tonny Hutauruk namun setelah dikonfirmasi awak media terkait laporan Tersebut pihak kapolsek juga belum mengetahui hal itu dan dirinya akan mencoba cari laporan tersebut.

“Ada laporannya si Tonny Hutauruk namun itu adanya di Polrestabes Medan bukan di polsek Medan Area, namun jika laporan tersebut adanya di Polsek kami ini maka kami akan cari dulu ya.” Pungkas Faidir Chaniago

Pihak media juga konfirmasi kepada Tonny Hutauruk terkait kasus yang menimpah dirinya dan Pihaknya juga bercerita tentang kasus tersebut, dimana dirinya dibalikkan fakta dan dirinya dilaporkan melakukan kekerasan padahal pada malam itu yang mengalami cacat dan kena pukulan lembam merupakan dirinya sebagai korban dan masih memiliki bukti patah tulang lengan.

“Pada sore itu pihak penerima gadai itu membuat laporan dalam keadaan sehat kok bang pada saat itu pihak rumah sakit juga sesuai yang di tunjuk oleh polsek membuat tidak ada luka pada mata dan visum mereka tidak bisa didudukan terhadap laporan polisi sehingga mereka pergi berobat mata dan melakukan foto mata dengan itulah yang mereka memasukkan sebagai bukti visumnya sedangkan saya pada malam itu yang diarahkan polsek untuk divisum banyak luka dan lembam langsung diterima rumah sakit dan dilakukan pengobatan dan laporan saya bisa diterima pada saat itu di Polsek Medan Area ini bang”. Pungkasnya Tonny

Sambungnya lagi “Seharusnya penerima gadai itupun jangan asal melaporkan saya karena dia tidak ada saya rugikan dimana kekerasan yang saya buat karena memang sayalah yang dipukuli. kudengar juga saya di bilang ada pegang-pegang istrinya. apa saya bukan orang yang tidak bermoral lagi sehingga saya melakukan itu? karena tujuan saya berangkat dari rumah untuk bekerja agar ada uang sekolah anak saya, dan lokasi itu kan dekat dengan rumah dia, manalah berani aku bang lakukan hal seperti itu”. pungkasnya lagi

Lanjutnya lagi “Siapa lah nanti yang kasih anak saya itu makan dan bakalan melaratlah nanti hidup mereka itu karena sayalah tulang punggung di keluarga bang. terus juga bang saya dituduh sebagai pencuri dimana lah saya curi mobil itu bang sedangkan aku berani dicek sidik jariku di mobil itu pasti tidak ada karena untuk pegang mobil itu aja aku nggak ada dan aku pun selamat karena pihak kepolisian Polsek Medan Area lah yang selamatkan dan mobil itu pun di letakkan nya di polsek medan Area dan sudah mulai 2018 itu disini. Laporan saya pun juga tidak naik – naik padahal penerima gadai tersebut pun kulihat sering di Polsek ini nya terus”. Pungkas tonny hutauruk

Di waktu yang sama dirinya juga meminta kepada bapak Kapolrestabes medan dan bapak Kapolda Sumatera Utara, bapak Kapolri dan bahkan dianya meminta kepada bapak presiden Ir. Joko Widodo agar dudukan kasus terhadap dirinya benar tidak adanya rekayasa dan benar – benar bersih.

“Semoga lah kasus saya ini benar-benar murni dan tidak ada rekayasa sedikitpun namun saya sangat percaya dengan pimpinan yang baru saat ini seperti bapak kapolresta medan, bapak kapolda sumut dan bapak kapolri beserta bapak presiden Joko Widodo jika keadilan itu sangat di utamakan apalagi bapak Kapolda sekarang ini yang selalu aktif di media sosial untuk mengarahkan anggotanya menjadi citra polisi yang sangat bermitra dengan kalangan masyarakatnya”. Pungkas Tonny Hutauruk sambil meneteskan air mata. (ms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *