Debt Collector di Lhokseumawe Terancam 9 Tahun Penjara Setelah Menarik Mobil Anggota TNI Menunggak 6 Tahun

Foto pekerja Objek Jaminan Fidusia Inisial NP saat dimintai keterangan

SiasatNusantara.com – Lhokseumawe, Aceh || Seorang pria yang berprofesi sebagai debt collector di PT Verena Multi Finance di BANDA ACEH terancam hukuman penjara sembilan tahun penjara. (Senin, 16 Maret 2020)

Adapun korban (pihak ke-3), saat itu yang membawa kendaraan dan yang melaporkan tersangka atas nama SERTU RIZKI MUNANDAR Merupakan seorang anggota TNI dan berdinas di kodim lilawangsa aceh utara.

Pelaku berinisial NP (42) warga Brayan, Sumatera Utara. Peristiwa itu bermula saat pihak ke -3 yang merupakan bukan kreditur dari perusahaan PT.Verena Multi Finance tersebut mengalami tunggakan dan kendaraannya ditarik oleh inisial NP.

Dalam melakukan eksekusi tersebut pihak ke tiga baru membayar cicilan 7 kali dan sudah enam tahun angsuran kredit menunggak dan mobil selama ini menggunakan nopol palsu dan tidak sesuai aslinya.

Perkara tersebutpun sudah langsung di konferensi pers oleh Wakapolres Lhokseumawe Kompol Ahzan didampingi Kasatreskrim AKP Indra T Herlambang mengatakan tersangka ditangkap atas dugaan pemerasan dan pengancaman saat melakukan penarikan satu unit mobil milik kreditur.

“Tersangka dijerat pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara dan saat ini kasus tersebut sudah ditangani kejaksaan atau P21,” kata Ahzan saat konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra T Herlambang menyebutkan peristiwa pemerasan dan pengancaman itu terjadi pada Desember 2019 di Desa Jawa Lama Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe.

“Awalnya korban pihak ke-3 bersama keluarganya hendak pulang dari Rumah Sakit Kesrem, namun tiba-tiba datang tersangka R dan NP yang berupaya menarik mobil korban, namun korban tidak terima dengan tersangka, sehingga sempat terjadi cek-cok di antara mereka,” kata Indra.

Selanjutnya, kata dia, salah seorang tersangka sempat merangkul korban dan dengan nama penuh ancaman, korban dipaksa untuk menandatangani surat penarikan tersebut.

“Tersangka sempat mengancam dengan membawa akan melapor ke POM, sehingga korbannya merasa takut jika tidak menandatangani surat penarikan itu,” katanya saat konferensi pers tersebut.

Korban yang tidak terima dengan perlakuan tersangka lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lhokseumawe dan dari hasil penyelidikan, tersangka akhirnya berhasil ditangkap dan juga mengamankan barang bukti.

“Tersangka ditangkap di rumahnya di kawasan Medan dan tersangka R pada saat dilakukan penangkapan sudah terlebih dahulu melarikan diri,” kata Indra mengakhirinya.

Dalam kesempatan yang sama, tersangka NP mengaku sudah dua tahun bekerja sebagai debt collector dan puluhan unit mobil dari kreditur yang mengalami penunggakan berhasil ditarik oleh NP dan bahkan kendaraan tersebut yang paling banyak ditarik dari anggota aparatur diduga polisi dan TNI dan semua di serahkan ke lesing nya.

Penangkapan pekerja Objek Jaminan fidusia NP di Polres lhokseumawe menjadi polemik di Dunia Lesing (Finance) dimana dirinya (tersangka) memiliki berkas penarikan yang lengkap dibarengi dengan fidusia dan surat sertifikasi dari SPPI dan kendaraan diserahkan dengan baik baik karena dirinya (Pelapor) bukanlah sebagai atas nama DEBITUR kendaraan dan tidak ada hubungannya dengan kendaraan.

Dirinya (pelaku), juga menyangkal atas dugaan terhadapnya. Dimana pelaku menarik kendaraan tersebut tanpa ada paksaan dan dilengkapi dengan Vidio PENARIKAN tanpa paksaan dan membayar pajak atas kinerjanya tersebut kepada negara sebesar 3% (Tiga Persen) ATAS JASA PROFESI AHLI PENAGIHANNYA

“Saya kan kerja bang, kok saya dituduhkan sebagai pencuri dan saya tidak ada merampas kendaraan tersebut karena pada saat saya melakukan eksekusi kendaraan tersebut tidak ada melakukan pemaksaan tetapi saya bilang akan saya laporkan dia ke POM UNTUK MEMINTA BANTUAN PENGAMANAN TERKAIT OBJEK JAMINAN PERUSAHAAN YANG SAUDARA KUASAI memegang mobil tanpa BPKB dan sebagai penadah. KARENA MOBIL TERSEBUT TELAH TERDAFTAR DAN MEMILIKI SERTIFIKAT FIDUSIA DAN MERUPAKAN JAMINAN PELUNASAN HUTANG DEBITUR APABILA DEBITUR CEDERA JANJI SERTA TELAH DIBUATKAN BERITA SERAH TERIMA KENDARAAN TERSEBUT” Pungkas NP saat dikonfirmasi.

Berdasarkan informasi dari kantor PT.Verena sedang berkoordinasi terkait adanya tindakan akan adanya pelaporan penipuan dan penggelapan yang di lakukan debitur sendiri atas nama debitur suriani di polda banda aceh.

Atas perkara tersebut, Pelaku sudah diduga kan melanggar Pasal 368 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman penjara 9 tahun. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *