Galian C Ilegal Bermodus Buka Pesantren Terkesan Tak Tersentuh Hukum

Siasatnusantara.com – Deliserdang || Pembukaan galian c yang meresahkan warga dan diduga ilegal terkesan pembiaran aparat hukum dan pemerintah Berada Jalan lintas Kualanamu Batang kuis Desa Sena Kecamatan Batang kuis. Sabtu ,(07-03-2019) sekitar pukul 10:07 wib

Hal itu terjadi setelah awak media berkunjung kelokasi galian c tersebut dimana Warga masyarakat lokasi sudah banyak yang mengeluh dengan adanya galian C ilegal yg bermodus Membangun pesantren forum komunitas Eks Napiter (FKEN-SUMUT) Demi menghindar jeratan hukum di Negara Indonesia.

Pada saat di Wawancarai awak media ini kepada salah seorang Warga mengeluh

“kami bang sangat resah dengan adanya galian tersebut, tau ngak bang jika kami mau ke ladang jalan nya rusak berlobang seperti menaiki sampan bang dan banyak debu pada saat kami melintasi jalan tersebut bang”.ujarnya Warga yang tidak mau disebut namanya

Lanjutnya lagi “Kami pun heran bang masa tanah milik PTPN II Nusantara Bisa jadi tambang galian C ilegal dan tidak bersentuh dengan hukum bang, kayaknya karena bermoduskan pesantren kurasa makanya mereka merasa kuat dan kebal Hukum bang”. Pungkasnya lagi

Warga masyarakat jalan lintas Kualanamu Batang kuis Desa Sena Kecamatan Batang kuis lainnya juga mengeluhkan hal yang sama dan sudah lama memendam keluhannya.

Warga sekitar juga meminta kepada aparat kepolisian agar menangkap mafia tanah Galian C ilegal yang berada dikampungnya tersebut di Berantas karena mereka merasa ini sudah jelas merusak sumber daya alam perkampungan mereka.

Dilain warga juga meminta agar tidak ada satupun yang beroperasi lagi. soalnya keluar masuk mobil Dump truck tersebut sudah sangat meresahkan dimana mulai dari masalah abu, anak-anak sering dijalan karena mereka kencang kencang warga takut di tabrak sama mobil Dum truck yang bermuatan tanah Galian C ilegal tersebut dan dampak nya kepada kami bisa menyebabkan becek pas hujan Deras.

Awak media pun mencoba langsung konfirmasi kepada bapak Kapolresta pakam melalui pesan Singkat WhatsApp terkait keresahan warga tersebut, langsung merespon “Kalau masih ada dan ilegal akan kami lidik dan tindak tegas ya”jawab nya singkat (Sigit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *