Pelaku Jp Visa Marak Berkeliaran Mencari Mangsa, Dalih Proses Legal Namun Ilegal

Siasatnusantara.com – Jateng || Kasus tenaga kerja Indonesia yang dipekerjakan di dua lokasi berbeda, Hong Kong dan China, sampai saat ini masih marak terjadi. Maraknya kasus itu terjadi karena dua hal, sulitnya pengawasan dan terlalu mudahnya para TKI mendapatkan visa ke China.

Hal tersebut sebenarnya sudah dibicarakan kepada pihak otoritas Hong Kong yang bertanggung jawab atas imigrasi, keamanan, dan ketenagakerjaan. Pihaknya juga telah menyampaikan maraknya kasus tersebut ke Kantor Komisioner China di Hong Kong” Ujar Konsul Jenderal RI (Dikutip dari We Online Jkt)

Berbeda dengan lelaki paruh baya Teguh Iryanto warga Desa Kr.Putat, Dusun Kendeng, Nusawungu Kab. Cilacap, pekerjaan ilegal yang Teguh lakukan seolah kebal hukum. Terbukti adanya tindakan yang patut diduga dalam hal pemberangakatan TKI/ TKW ke Negeri tira bambu (China) melalui proses Jp Visa. Sedangkan kebijakan penerbitan dan penggunaan Journey Performed Visa (JP Visa) atau visa kunjungan/turis, yang sering disalahgunakan menjadi visa kerja.

20/12/19 Dari informasi yang diperoleh awak media, menjelaskan adanya dugaan proses pemberangkatan TKI/TKW dengan inisial A.N melalui proses Jp Visa yang dilakukan Teguh via rekrutmen Samin warga Desa Nusawangkal, Nusawungu Cilacap.

Dihimbau kepada Dinas terkait, terutama Dinas Ketenaga Kerjaan, BNP2TKI agar menindak tegas dan melakukan lidik terhadap para pemain Jp Visa, karena hal tersebut sangat merugikan Negara dan terutama terhadap para pencari kerja ke Luar Negeri. Alih- alih mencari kerja dengan proses sesuai prosedur (Legal) namun nyatannya proses ilegal.

Perbuatan Teguh Iryanto dapat dijerat pasal 4 dan 10 UU 21/2007 tentang TPPO dan atau pasal 102 ayat 1 huruf a, huruf b, pasal 103 ayat 1 huruf g UU 39/2004 PPTKLN Jo pasal 55 ayat 1 ke 1e KUHP.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *