Ternak Lembu Berkeliaran di Kebun Unit Marihat

Siasatnusantara.com – Simalungun || Demi tercapainya hasil panen Tandan Buah Sawit (TBS)yang baik, pihak BUMN khususnya PTPN 4 melakukan berbagai usaha dan upaya, yang salah satunya menjaga Tanaman sawit dari Hewan-hewan yang mampu merusak tanaman.

Namun di kebun Unit Marihat naungan dari PTPN 4, usaha pencegahan tersebut sepertinya tidak dilaksanakan secara maksimal oleh pihak menejemen. Hal itu disampaikan N. Sinaga, saat melintas dari perkantoran Kebun Unit Marihat, pada Jumat (06/03/2020).

Sinaga mengatakan bahwa saat ini penjagaan tanaman sawit dari pihak pengelola kebun unit marihat sepertinya mengalami kemunduran. Hal itu dikatakannya setelah melihat banyaknya ternak lembu yang berkeliaran pada lokasi tanaman sawit.

Menurutnya, kondisi seperti ini tentunya tidak diperbolehkan oleh PTPN karena dinilai mampu menghambat dan merusak tanaman sawit yang pada akhirnya mengakibatkan penurunan hasil panen.

Ironisnya, ternak lembu tersebut berkeliaran hingga sampai pada lokasi perkantoran Unit Marihat. Hal itu menunjukkan bahwa pihak pengamanan terkesan acuh dan pembiaran terhadap ternak lembu.

” Kebun Unit Marihat itu kan milik negara dan tentunya butuh pengawasan dari masyarakat. Oleh karena itu diminta kepada Manejemen kebun Unit Marihat agar segera mengambil tindakan tegas,” harapnya.

Sementara itu, pihak Kebun Unit Marihat melalui Indra Hasibuan selaku Petugas Umum (PU) saat dikonfirmasi melalui pesan singkat mengatakan bahwa permasalahan itu telah selesai.

Indra mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada warga pemilik lembu. Dengan tujuan agar tidak melepaskan ternak lembu nya di areal kantor dan tanaman sawit yang masih muda.

Diterangkannya, setelah di inventaris jumlah ternak lembu berkisar 700 ekor dan angka ini membludak dari tahun tahun sebelumnya.

Sehingga sosialisasi kepada warga sangat perlu dilakukan agar tidak terjadi salah komunikasi. “Yang punya lembu sudah kita panggil semalam agar ditertibkan supaya dikandangkan, apabila ketangkap akan diberikan sanksi sesuai perjanjian. Mudah-mudahan para warga pemilik lembu dapat menghormati hasil sosiasilasi yang sudah disampaikan,” harapnya. (AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *