Tidak Ada Tempat Bagi Penjahat di Sumut

Siasatnusantara.com – Medan || Orang bijak pasti akan merasa malu jika kata-katanya lebih baik dari tindakannya. Hal itu terjadi setelah media menyikapi perkataan supriadi dirumahnya. Jumat,(20/03/2020)

Polsek Percut Seituan, Jalan Letda Sujono No.50 Medan-Sumatera Utara diduga mencoreng wajah Polri yang diduga tutup mata dengan kasus penganiayaan yang menimpa Supriadi. Disini nampak jelas, bahwa oknum Polsek Percut Seituan yang tidak bertanggung jawab melakukan perbuatan/tindakan hanya untuk mementingkan diri sendiri dan lebih parahnya lagi tidak mengindahkan MAKNA TRIBATA POLRI dan tidak Profesional, Modern dan Terpercaya (PROMOTER) dalam menyingkapi kasus tersebut.

Di wilayah hukum Polsek Percut Seituan, banyak masyarakat yang sudah kriris kepercayaan akan kinerja jajaran Polsek Percut Seituan. Banyak laporan/keluhan masyarakat hanya melintas bersama angin begitu saja tanpa di tindaklanjuti. Ada dugaan ini terjadi hanya karena kekuasaan dan uang.

Masih segar di ingatan kita perihal pengendapan kasus yang menimpa Supriadi, salah seorang korban penganiayaan. Berdasarkan Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) nomor : STTLP/3706/Xll/2015/SPKT PERCUT, korban atas nama Supriadi (48th) warga Pondok Rawa Desa Sampali Kelurahan Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan, datang kepada Tim Redaksi Siasat Nusantara online mengadukan nasibnya.

Karena Korban tidak puas akan kinerja Polsek Percut Seituan terhadap kasus penganiayaan yang menimpanya, Selama 4 (empat) tahun, korban meminta dan menunggu kepastian hukum terhadap si pelaku yang hingga berita ini diturunkan terkesan kebal hukum dan belum ada tindakan tegas dari penegak hukum.

Dalam Surat Laporan tersebut, LEGIMAN, CS yang melakukan penganiayaan tersebut di pandang warga sekitarnya menilai kalau si pelaku terkesan kebal dan diduga telah membeli hukum.
Korban Supriadi dianiaya oleh LEGIMAN, CS pada hari Kamis (26/12/2015) sekitar pukul 10:00 Wib di areal PTPN ll DP l Blok 77dan 78 yang dikontrak oleh korban.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka memar di bagian rahang kiri dan kepala bagian belakang terasa sakit akibat dipukul oleh para pelaku.

Untuk diingat kembali, bahwa awal mula tindak Penganiayaan ini terjadi pada saat Supriadi (korban) yang sedang mengerjakan lahan PTPN ll yang dikontraknya sedang menunggu traktor untuk mengolah lahan tersebut. Namun, secara tiba-tiba didatangi segerombolan masyarakat yang berjumlah kurang lebih 15 orang.

Gerombolan Massa tersebut melarang korban untuk mengerjakan lahan PTPN ll. Pada saat itu, dua orang di antara gerombolan massa yang di ketahui yaitu LEGIMAN dan kawan-kawannya memegangi korban dengan cara di peluk, sehingga korban tidak dapat bergerak hingga salah seorang pelaku memukuli bagian kepala korban.

Menanggapi masalah tersebut diatas, awak media melakukan konfirmasi langsung melalui WA Hp seluler kepada Kompol Aris, SIK selaku Kapolsek Percut Seituan dan saat konfirmasi pihaknya bahkan memblokir WA awak media, Jumat (20/3/20) pukul 09:26 Wib.

Dalam hal ini, ada sebuah tanda tanya besar, Apakah sewaktu terima jabatan dari Kapolsek yang terdahulu, Kompol Aris tidak menerima laporan perihal kasus yang ada di di wilayah hukumnya? Ataukah ada salah seorang oknum jajarannya yang di duga menutup-nutupi kasus ini karena telah menerima upeti dari si tersangka

Dalam hal ini, penanganan kasus tersebut terkesan lamban dan mengulu-ngulur waktu. Tersangka mohon agar segera pelaku penganiayaan tersebut di tangkap.

Awak mediapun mencoba konfirmasi kepada waka polda terkait kasus tersebut

“Tanyakan langsung ke Kapolrestabes Medan perihal kasus tersebut”, ujar Brigjen Mardiaz selaku Wakapoldasu melalui Hp Seluler.

Di tempat terpisah, Irjen Sormin selaku Kapoldasu angkat bicara perihal kasus yang menimpa Supriadi dengan logat anak Medan yang masih melekat.” Ha .ha..ha.. Terimakasih Lae. Saya baru 3 (tiga) bulan dinas di Medan. Bukankah serah terima jabatan juga serah terima kasus di wilayah Lae, lanjut awak media. Ya… betul. Tapi pertanyaan Lae bahwa kasusnya empat tahun yang lalu, kemudian saya datang dan Lae tanya. Saya akan periksa dan pelajari, terimakasih. Begitu pula ketika di pertanyakan perihal komitmen “TIADA TEMPAT BAGI PENJAHAT DI SUMUT”. Terimakasih, ini adalah untuk membakar dan memotivasi semangat anggota Polri di Jajaran Polda Sumatera Utara untuk bekerja lebih baik dan profesional, demikian penjelasan dari Irjen Pol. DRS Martuani Sormin Siregar, M.Si selaku Kapolda Sumatera Utara. (Pantun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *