Seorang Oknum Menjual Kartu Wartawan Palsu Untuk Bayar Hutang

Siasatnusantara.com – Medan II Warga yang bernama Yunizar Lubis (57) mengaku menjadi korban penipuan dengan iming-iming kartu identitas wartawan atau kartu pers palsu oleh salah seorang warga yang mengaku-ngaku bisa membuat kartu pers yang bernama Bakrizal Piliang.

Melalui sambungan telepon (02/04/2020), korban Yunizar, warga kampung lalang Sumatera Utara menuturkan kepada awak media bahwa ia ditawari oleh seseorang bernama Bakrizal Piliang yang mengaku bisa mengurus kartu Pers atas nama dirinya.

Masih penuturan Yunizar, kronologi kejadiannya berawal dari tertuga pelaku yang bernama Bakrizal Piliang memiliki utang kepada Yunizar dan saat ditagih kepada Bakrizal namun tidak bisa dibayar.

Hingga sekitar bulan Desember 2020 Bakrizal datang dan menawarkan kepada korban Yunizar agar membuat kartu pers atau kartu wartawan dengan iming- iming alasan Yunizar akan aman dalam mengerjakan pekerjaannya sehari hari sebagai pedagang.

Menurut pengakuan Yunizar, dia menerima tawaran dari Bakrizal dengan kesepakatan pengurangan utang sebesar Rp 200.000,- (duaratus ribu rupiah).

Namun setelah Kartu pers dan surat tugas yang disepakati diterima oleh Yunizar sekitar bulan Januari (2020), ia tidak mengira bahwa kartu tersebut palsu. Menurut Yunizar kartu pers yang diterimanya merupakan kartu pers palsu.

Yunizar merasa sudah dibohongi oleh Bakrizal dengan memberikan kartu wartawan palsu.

Awak media kesulitan untuk mendapatkan klarifikasi kepada terduga pelaku yakni Bakrizal, walaupun pesan whatsapp sudah dilayangkan (02/04/2020) untuk melakukan klarifikasi kepada terduga pelaku, namun pelaku tidak bersedia memberikan klarifikasi, pesan whatsapp hanya dibaca oleh pelaku dan awak media tidak mendapatkan balasan.

salah seorang wartawan yang tidak bersedia disebutkan namanya saat dimintai tanggapannya terhadap kasus yang dialami oleh yunizar terkait dengan kartu pers palsu, menyesalkan perbuatan oknum tersebut yang mencederai profesi wartawan dan memperjual belikan kartu pers palsu. Ia meminta pihak kepolisian dan Dewan pers agar menyelidiki kasus tersebut.

“Saya selaku wartawan yang sudah menggeluti profesi ini selama 5 tahun sangat menyayangkan perbuatan dari oknum tersebut memperjualbelikan kartu pers palsu, saya mohon dan meminta kepada pihak kepolisian dan Dewan Pers supaya menyelidiki kasus tersebut mana tahu masih banyak lagi korban orang-orang yang lain” ujarnya saat berbincang di warung kopi di Medan (01/04/2020). (Berthon Siregar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *