Teman Curiga, Pegawai Hypermart Binjai Supermall Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Kost

Binjai, Siasatnusantara.com || Seorang pria JM (40 tahun) berstatus lajang yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai Hypermart yang terletak di dalam gedung Binjai super mall (BSM) di temukan tak bernyawa di dalam kamar kost yang berada tidak jauh dari tempat ia bekerja, JM yang baru 8 bulan tinggal di kosan tersebut di ketahui meninggal dunia setelah seorang teman curiga ketika JM sulit untuk di hubungi.

Menurut keterangan seorang wanita berinisial SS selaku rekan kerja korban , Sebelum di temukan meninggal dunia JM sempat mengalami sakit pada hari Rabu, 20 Mei 2020 dan telah melakukan pemeriksaan di rumah sakit Latersia Binjai pada hari Kamis, 21 Mei 2020, dan hasilnya korban mengalami gejala demam tifoid (tipes) . Pihak rumah sakit sudah menyarankan agar korban untuk di rawat inap , namun korban menolaknya dengan alasan korban sanggup untuk berobat mandiri (berobat jalan).

Pada pagi hari jum’at, 22 Mei 2020 Rekan korban SS mampir ke kosan korban, SS yang tinggal tidak jauh dari kosan korban mencoba untuk mengetuk pintu kamar kos JM, namun JM tidak merespon ketukan tersebut, SS mengira kalau JM sedang tidur, lalu SS pergi meninggalkan kos tersebut untuk melanjutkan perjalanan menuju tempat ia bekerja.

Sebagai teman satu profesi SS tetap berusaha menghubungi korban melalui HP namun tetap tidak ada respon dari korban. Karena tidak adanya kabar hingga membuat SS tambah khawatir sebab JM adalah seorang lajang yang tinggal sendirian di dalam kamar kos.

Hingga akhirnya SS dan teman-temannya yang juga bekerja di Hypermart BSM memutuskan untuk menjenguk rekan kerja mereka secara bersama-sama, namun kehadiran mereka tetap membuat JM tidak membuka pintu.

Dan akhirnya kecurigaan mereka semakin besar, lalu mereka mendatangi pemilik kos untuk membuka pintu kamar kos JM. Saat mereka dan pemilik kos membuka pintu kamar JM, Mereka sangat terkejut ketika melihat JM telah meninggal dunia dan di samping JM juga terletak sebungkus rongkok dan beberapa botol obat dan botol air mineral yang berserakan, Yang di duga di konsumsi JM untuk mengurangi rasa sakit pada dirinya sebelum di temukan meninggal dunia.

Penemuan mayat tersebut membuat warga heboh dan secara beramai-ramai datang ke kosan JM untuk melihat secara langsung jenazah JM, karena mengetahui adanya keramaian hingga akhirnya pihak Kepolisian dari kesatuan Polisi Sektor (POLSEK) Binjai Timur yang di pimpin langsung oleh Bapak IPTU A.PARDEDE selaku KAPOLSEK BINJAI TIMUR mengamankan lokasi penemuan mayat tersebut. Saat di tanya mengenai proses pengangkatan korban,apakah penemuan mayat tersebut di atasi dengan sistem protokol kesehatan Covid-19, dan apakah ada di lakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai kematian korban?

Tindak lanjut yang di lakukan adalah melakukan pemulangan langsung kerumah duka yang berada di kota Medan menggunakan ambulan yang di sediakan oleh rumah sakit Djoelham Binjai, itu semua permintaan pihak keluarga korban, dan mengenai penanganannya memang tidak menggunakan protokol kesehatan Covid-19. Sebab pada beberapa hari lalu korban sempat mengikuti rapid tes yang dilakukan Pemko Binjai di gedung BSM dan hasilnya negatif Ucap Kapolsek.

Kepala lingkungan (Kepling) juga membenarkan evakuasi jenazah benar tanpa protokol kesehatan dimana tim medis sama sekali tidak menggunakan APD lengkap. Pihak korban juga dengan cepat membawa korban langsung pulang ke kampung halaman tanpa melakukan pemeriksaan jenazah di rumah sakit terlebih dahulu. (Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *