Usaha Tekstil Ulos dan Sarung  di Toba Terpuruk Akibat Covid 19

Keterangan Photo : Marganti Galingging salah satu pengusaha tekstil ulos dan sarung (mandar toba red) saat diwawancarai di tempat usahanya

Siasat Nusantara, Balige || Usaha tekstil ulos dan sarung juga mengalami keterpurukan akibat pandemi covid 19 (virus corona) saat ini, hal ini disampaikan oleh salah satu pengusaha tekstil ulos dan sarung (mandar toba)  Marganti Galingging di tempat usaha tekstil nya di kelurahan pardede onan balige. Jumat (1 mei 2020).

Menurut Marganti Galingging usaha tekstil yang sudah digelutinya selama dua puluh tahun ini sangat terpuruk karena terkena imbas virus corona saat ini. 

Dengan menunjukkan usaha tekstil nya yang telah kosong akibat karyawannya yang sudah di rumahkan Marganti Galingging hanya berharap badai ini segera berlalu. 

“lihatlah semua mesin ulos dan sarung ini sekarang sudah berhenti total, anggota ku pun sudah gak kerja lagi, sementara kalau begini terus benang benang ini bisa lapuh dan tidak bisa dipakai lagi, aku bisa tambah rugi” kata marganti dengan perasaan sedih

Marganti Galingging juga menunjukkan gudang ulos yang telah siap untuk di pasarkan ke beberapa kota besar di luar kabupaten toba seperti Siantar, Medan, Jakarta, Bekasi.

“semua ulos ini harus aku simpan, karena pesta saat ini tidak bisa lagi, sudah di larang pemerintah, kalau tidak ada pesta, mana mungkin ada orang beli ulos” kata Marganti. 

Harapan saya kepada pemerintah adalah agar kiranya pemerintah bisa membantu para karyawan saya yang 60 orang untuk mendapatkan bantuan sosial, mereka sekarang sudah tidak bekerja lagi sementara mereka butuh makan, saya tidak bisa lagi membantu mereka karena puluhan ribu ulos dan sarung (mandar toba red) tidak bisa saya jual lagi karena Virus Corona ini sebut Marganti Galingging dengan lirih.

Terkait hal bantuan sosial untuk yang karyawan Marganti Galingging, setelah di konfirmasi  melalui telepon kadis sosial kabupaten Toba, Raja Ipan Sinurat menyatakan, sudah kita salurkan bantuan dari pemkab melalui kelurahan,tapi kalau ada lagi yang belum terdata kita akan secepatnya berikan bansos lagi tapi dengan data yang lengkap ia,disampaikan ke kelurahan pardede onan seperti  Kartu Keluarga dan KTP agar kita verifikasi biar tidak tumpang tindih, baru kita salurkan lagi ia  sebut Raja Ipan.  (FP) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *