BTN Syariah Cabang Aceh Tolak Puluhan Pemohon KPR Subsidi

Siasatnusantara.com – Banda Aceh II Ironis rasanya, lagi lagi masyarakat yang kurang mampu menjadi sebuah objek yang ujung ujungnya tidak pernah merasakan seutuhnya setiap program yang dicanangkan oleh pihak pihak pengambil kebijakan.

Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah, jalan Teuku Umar (Seutui) Kota Banda Aceh, menolak puluhan permohonan masyarakat Kredit Perumahan Rakyat (KPR) bersubsidi di Banda Aceh, yang merupakan program pemerintah pusat tersebut, lantaran Covid-19.

“Untuk sementara wiraswasta /pekerja swasta  ditolak permohonannya untuk  memperoleh rumah kredit bersubsidi kecuali PNS, TNI/Polri,” ujar salah warga, yang permohonannya di tolak pihak Bank, Selasa, 2/6/2020 baru baru ini.

Menurut dia, alasan penolakan tersebut lantaran covid19, karena berimbas dari pendapatan warga yang diperkirakan nantinya tidak memungkin untuk membayar angsuran perbulan.

Sementara itu asosiasi perumahan seluruh indonesia (Apersi) Aceh, sesalkan kebijakan yang diambil pihak BTN Syariah Cabang Aceh itu. Mereka sempat memprotes kebijakan tersebut.

Karena mereka juga merasa dirugikan dengan kebijakan yang diambil pihak BTN Syariah vabang Aceh tersebut, lantaran secara otomatis,  investasi yang mereka tanamkan itu juga ikut menjadi terhambat.

“Kami dari pihak diplover juga merasa dirugikan terhadap kebijakan yang diambil tersebut,” ujarnya.

Pihaknya meminta BTN Syariah cabang Banda Aceh, untuk dapat merelaksasi kembali kebijakan yang diambil, sehingga tidak merugikan sebelah pihak serta masyarakat yang sangat membutuhkan rumah bersubsidi tersebut.

“Jika dapat dipermudah mengapa harus dipersulit,” tuturnya dengan nada kecewa.

Padahal, menurutnya secara persyaratan dan kriteria yang ditetapkan sudah terpenuhi.

Dia menyayangkan terhadap kebijakan yang diambil pihak BTN cabang Aceh tersebut, terkesan menghambat.  “Seharus pihak bank tidak dapat menolak, jika persyaratan yang minta sudah lengkap. Namun kenapa harus ditolak,” katanya.

Menurutnya dana KPR yang dikucurkan oleh pemerintah pusat sebesar 14 triliun. Bukan sedikit.  Sangat disayangkan anggaran sebesar itu jika untuk Aceh kuota yang diberikan hanya sedikit tak mencapai berapa persen.

Padahal bukan sedikit permintaan masyarakat terhadap rumah bersubsidi di Aceh. Namun kesannya dirumitkan, sehingga masyarakat Aceh sulit untuk mendapatkannya.

“Banyak yang ditolak , khusus pekerja swasta, padahal masyarakat di Aceh masih sangat banyak yang membutuhkan rumah kredit bersubsidi tersebut, sayangnya ditolak,” jelasnya.

Mengapa ada perbedaan antara masyarakat di Aceh dengan diluar Aceh. Perlakuan  Ini sangat kita sayangkan. Mengapa diluar Aceh lebih diprioritaskan ketimbang di Aceh. Padahal bukan sedikit masyarakat di Aceh  masih membutuhkan rumah kredit bersubsidi tersebut,” paparnya.

Jika terkait covid sebut dia, Aceh merupakan zona hijau. Artinya jika dikaitkan dengan covid secara pendapatan ekonomi masyarakatnya tidak terkendala sebab segala aktifitas masyarakat masih berjalan lancar. Walaupun sedikit jikapun ada. Artinya secara umum tidak ada masalah.

Intinya, kami dari pihak Apersi tetap bersikeras dan menolak kebijakan yang diambil BTN Syariah cabang Aceh, karena masyarakat Aceh masih sangat banyak membutuhkan KPR bersubsidi bantuan pemerintah pusat tersebut.

“Jangan ada pilih kasih atau perbedaan antara Aceh dengan daerah lain,” pintanya.
 
Hingga berita ini dilansir  direktur BTN Syariah cabang Aceh, Munawar, ketika dicoba konfirmasi lewat sambungan whatshapp belum  membalas isi chatingan yang dikirimkan media ini. (Edi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *