Gawat Bah !!! Anak di Bawah Umur Diculik dan Dipukuli Diduga Oknum Ngaku Polisi

Siasatnusantara.com – Medan || Josua Efendi Hutajulu diculik dan dipukuli didalam mobil pada saat duduk duduk dengan teman temannya di jalan kapten Muslim persisnya disebelah depan panglong kembaren. Minggu (tgl 14 Juni 2020) Pukul 03.00 pagi.

Adapun pengakuan korban setelah mendatangi kantor DPD lembaga bantuan hukum pemuda Batak bersatu Sumut, dia mengaku sedang duduk beserta beberapa orang kawan nya.

“Kami duduk-duduk bang sama kawanku, tiba-tiba 3 orang oknum yg mengaku polisi menangkap dan memborgol tanganku dan langsung memasukkan kedalam mobil, dia menanyakan siapa kepala preman di tempatmu tadi? lalu saya jawab ngak tau pak, langsung saya dipukuli babak belur sampai mata saya bengkak merah dan luka diwajah serta punggung ku ini mereka pukuli bang.” Pungkas josua kepada LBH PBB

Josua juga menunjukkan bekas pukulan nya kepada tim LBH PBB Sumut dan awak media.

Josua juga bercerita “selama 1 jam saya Dibawa raun tidak tau entah kemana soalnya mata saya ditutup bang sambil dipukuli. saya sudah bilang aku bukan orang jahat dan preman serta bukan pemakai narkoba tetapi oknum yang ngaku polisi itu tak peduli dan makin ganas memukuli. Sesudah itu saya di turunkan dan disuruh jongkok saya tidak tau itu dimana,seingat saya itu di daerah Sunggal dekat PAM tirtanadi.dari situ lah aku jalan sampai kejalan Kaswari baru naik angkot ke rumah.” Pungkas josua kembali

Menurut kepala team LBH PBB sumut Simon Hutagalung SH, yg menangani langsung laporan ini menyesalkan tindakan oknum yg mengaku polisi itu yg terlalu arogan kepada Josua Hutajulu yg masih berumur 17 tahun dan masih dibawah umur.

“kami sebagai LBH PBB Sumut akan mengungkap siapa oknum yg diduga ngaku polisi itu. Hari ini, Selasa, (16 Juni 2020) Josua datang ke kantor kami (LBH PBB Sumut) meminta bantuan hukum dengan senang hati kami akan bantu, Karena tindakan oknum ini tidak bisa ditolerir apalagi kita sudah tau bahwa polisi itu adalah pengayom masyarakat.” Pungkas Simon

Lanjutnya lagi, “Besok kami akan mengawal laporan resmi yang sudah dibuat korban ke Polsek helvetia. Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas dengan semua team pengacara LBH PBB sumut.” Tegas Simon Hutagalung ,SH mengakhiri

Senada juga dikatakan direktur LBH PBB Sumut ,Junstar Ritonga.SH.MH.

“Saya sangat menyesalkan kejadian ini.kami akan kawal ini kasus yang diduga main rembo dalam tindakan ini nanti saya pulang dari Jakarta akan membahas lebih detail kasus ini”. tutup Junstar via selulernya

Dalam Perkara tersebut pihak korban telah melakukan pelaporan ke polsek medan helvetia dengan Laporan Polisi Nomor:LP/300/VI/2020/SU/POLRESTABES MEDAN/SEK MDN HELVETIA tertanggal 14 juni 2020.

Pihak media juga konfirmasi terkait laporan kepada polsek medan helvetia terkait sejauh mana penanganan perkara tersebut lewat whatshap dan telephone selulernya namun tidak respon dan tidak tanggap. (Pasrah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *