Gawat! Garda Terdepan RS. Djoelham Binjai Terpapar Reaktif Saat Rapid Tes

Siasatnusantara.com – Binjai || Seorang oknum staff laboratorium RSU. Djoelham Binjai berinisial “N” yang beralamat Jl. Tamtama terpapar Reaktif saat rapid test beberapa hari lalu, Senin (01/06/2020).

Inisial N mengetahui terpapar Reaktif Rapid test saat hendak melakukan cek ke laboratium RSU Djoleham Binjai pada hari Kamis (28/05/2020). Hal itu dilakukan oleh N guna kenyamanan untuk dirinya sendiri, namun sebelumnya ia sudah merasakan sakit demam tinggi, saat melakukan Rapit tes ia terpapar Reaktif.

Bukan hanya inisial N yang terpapar Reaktif dalam rapid tes, tetapi keluarga yang tinggal satu rumah bersamanya juga terpapar Reaktif Virus Covid 19.

Perlindungan awal untuk semua tim medis yang dimana seharusnya semua team medis ini sudah wajib dilakukan test rapid dan penggunaan APD khususnya pada ruang IGD, Radiologi dan Laboratorium untuk mengantisipasi penularan, karena diruangan tersebut ODP/PDP melakukan pemeriksaan sangat rentan penularan Virus Covid 19.

Kasus yang dialamin Inisial N tidak membuat sang Direktur untuk bergerak hatinya, sementara staffnya sendiri sudah semakin “was-was” dengan ancaman virus tersebut, tidak ada upaya apapun yang dilakukan oleh Direktur.

Salah satu rekan sejagat berinisial J, mengadu ke awak media ini melalui via telepon mengatakan “Kami minta tolong kepada abang seorang yang berani menyuarakan aspirasi masyarakat”.

Pandemi Covid 19 sudah berjalan 3 (tiga) bulan melanda daerah kita, “namun tidak ada upaya pencegahan yang dilakukan Direktur, kami hanya dituntut kerja kerja kerja, sementara kita sudah khawatir dengan kesehatan kami sendiri,”Ucap J salah satu keluarga korban.

“Kami Garda Terdepan tetapi kami juga menyadari pembelian APD tidaklah murah dan sulit didapat,namun yang namanya Pimpinan harus memfasilitasi dan menjamin keamanan kesehatan kami, tetapi berbeda dengan pimpinan kami, tidak ada melakukan langkah inovasi, tidak selalu berharap dari uluran tangan dari Pemerintah kota sendiri, selaku Direktur harus bersikap koperatif oleh bawahan”. Tegas N.

Inisial J berharap kepada Walikota Binjai “agar mempertimbangkan kembali untuk mengangkat Direktur yang bermental seperti ini, padahal dia itu pimpinan kami, ini sudah jelas jauh dari mimpi Walikota Binjai untuk menjadikan RSU Djoelham Binjai menjadi yang terbaik dalam pelayanannya”.

“Kami juga meminta kepada Walikota agar lebih perhatian terhadap kami, kami membutuhkan Alat Pelindung Diri (APD),”harapnya.

Kejadian ini terjadi yang dimana akibat keremehan seorang Direktur RSU Djoelham Binjai dalam perlindungan kesehatan pada staffnya dalam penanganan tim Covid 19.

Namun, saat awak media ini akan berkonfirmasi ke petugas Laboratium RSU Djoelham, tidak di temukan salah satu petugas diruangan,walaupun diawal bulan Juni tanggal merah yang memperingati hari lahir Pancasila, seharusnya ada petugas yang piket di ruangan. (Ky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *