Karena Tidak Dapat Bantuan Dari Pemerintah Warga Desa Helvetia Demo Di Kantor Desa

Siasatnusantara.com – Deli Serdang II Sejumlah warga desa Helvetia,kecamatan Sunggal,Kabupaten Deli Serdang beramai-ramai mendatangi kantor Pemerintahan Desa dijalan Pringgan Dusun VI desa Helvetia (Sabtu,06/06/2020).

Warga yang beramai-ramai mendatangi kantor Desa untuk meminta kejelasan Kepala Desa Bapak Drs.Sugiarno dalam pembagian bantuan pemerintah baik berupa sembako,Bantuannya Langsung Tunai(BLT),Bantuan Sosial Tunai (BST) dan juga bantuan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara didalam penanggulangan Covid-19 bagi warga tidak mampu yang terdampak perekonomiannya.

Rasa kecewa ini diungkapkan salah satu warga yang ikut demo mengatakan “Saya ngontrak Rumah kusewa,air kubeli berarti saya keluarga tidak mampu tapi tidak ada dapat bantuan apapun dimana keadilan disini sesuai Pancasila Sila Ke-V” Ujar Simamora yang mengaku belum dapat sebutir beraspun dari bantuan pemerintah.

Begitu juga dengan seorang Anggota Lembaga Pemasyarakatan Desa (LPM) mengungkapkan”Ini warga datang untuk menuntut hak,karena bentuk konteks pelaksanaannya kebanyakan masyarakat ini tidak dapat orang yang berhak bantuan kabupaten,BLT,BST,dan provinsi ini,informasi dari masyarakat bantuan dari Kemensos kebanyakan orang kaya nah ini saya akan konfirmasikan kepada kepala desa siapa yang mensetting nama-nama ini adalah orang pusat,dan saya dengar ada seseorang yang pernah calon anggota dewan mensetting persoalan ini biar tim mereka dapat bantuan yang 600ribu dari menteri sosial sebanyak 39”Pungkas Hutasoit.

Saya berusaha meredam emosioanal masyarakat ini dengan membawa kekantor desa ucap hutasoit yang merupakan anggota biro LPM .

Dari hasil pantauan awak media dilapangan banyaknya keluhan warga yang merasa kecewa dengan kebijakan kepala desa dan kepala dusun soal pembagian bantuan pemerintah ini tidak tepat sasaran dan diduga tembang pilih bukan melihat betul warga yang betul terdampak.

Hal ini juga kita tanyakan kepada biro hukum LPM yang ada bersama masyarakat mengatakan”karena ada pengaduan masyarakat saya coba telusuri kerumah masing masing divisual saya juga sudah ada bahwa Sanya ada pemotongan si A dipotong 600 uangnya ditarik dasar hukumnya saya tidak tahu,itu aturan kok ddirombak,yang fatal disuru menandatangani kertas kosong”Tegas Hutasoit.

Untuk meredam emosional warga desa yang terdiri dari warga dusun IV dan dusun VI yang mata pencahariannya rata-rata peternak dan pengumpul sampah ini kepala desa mengumpulkan di AULA kantor desa untuk memberikan penjelasan masalah dan keluhan warga.

Kepala desa dalam pertemuan itu menjelaskan bahwa bantuan dari pemerintah baik berbentuk sembako dan BLT juga BST ada dan sudah disalurkan sebanyak 980 paket dan yang sudah dibagikan kepada warga.

“Yang Sampai ke tangan kami langsung kami bagikan kepada masyarakat bantuan dari kabupaten,BLT,dan juga Pusat semua memang kita terdampak akibat Covid-19 ini” ungkap Sugiarno.

Dan harapan warga dalam pertemuan ini “agar tolong orang kaya itu jangan dikasih,dan perbaikilah kinerjanya kedepannya saya juga seorang supir tidak mendapatkan apa-apa sampai saat ini”ucap warga pak Sinurat.(BJS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *