Polsek Percut Sei Tuan Tidak Akui Lakukan Penangkapan 7 Orang Terkait Narkoba, Propam Poldasu Hingga Mabes Polri Diminta Periksa

Siasatnusantara.com – Medan II Polsek Percut seituan tidak mengakui melakukan penangkapan 7 orang terkait Narkoba di Jl Pardamean Gang Supir, kelurahan Sidorejo, kecamatan Medan Tembung, Sumatera Utara pada Rabu 01/04/2020 lalu.

Hal tersebut dibantah Institusi Kepolisian Sektor Percut Sei Tuan (Polsek Percut) melalui Panit 1 Reskrim, Jaya Syahputra,SH di kantor Polsek Percut Sei Tuan pada Kamis, 04/06/2020, sekitar pukul 15.30 WIB.

Jaya menyebut Polsek Percut Sei Tuan tidak melakukan penangkapan terhadap 7 orang yang dimaksudkan wartawan.

Kapolsek saat ditemui di kantornya (04/06/2020) tidak bersedia menemui wartawan untuk klarifikasi terkait penangkapan tersebut. Melalui Salah satu petugas Polwan yang bertugas di Bagian Umum menyebut kalau Kapolsek belum ada perintah untuk menyuruh wartawan menemuinya (Kapolsek,Red),

Kanit Reskrim saat ditemui di kantornya juga tidak bersedia memberikan keterangan kepada wartawan, dan memerintahkan bawahannya Panit 1, Jaya Syahputra untuk menemui wartawan.

Kronologi Penangkapan berdasarkan Keterangan salah seorang yang turut tertangkap bernama Kiki :

  • Pada tanggal 1 April 2020, hari Rabu sekitar pukul 18 40 WIB, sekitar magrib, bertempat di jalan Pardamean gang Supir, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.
  • Polisi dari Polsek Percut Sei Tuan menangkap 7 orang terkait sabu, dan ke-7 orang tersebut di bawa ke mapolsek Percut seituan.
  • Keesokan harinya (setelah penangkapan), Kamis tanggal 2 April 2020 sekitar pagi hari, dilepaskan 3 orang sementara 4 orang masih ditahan yaitu atas nama Kiki Ari Wahyu, Rian, Dika dan Candra.
  • Pada Sabtu tanggal 4 April 2020 diperintahkan ke-4 orang tersebut oleh petugas polisi Polsek Percut Sei Tuan untuk direhabilitasi ke panti rehabilitasi, salah seorang orang tua dari yang ditangkap yaitu ibu kandung Kiki menyerahkan uang Rp 20 juta kepada oknum Polsek Percut (pengakuan Kiki)

Berdasarkan pengakuan Kiki yang diperoleh, mereka berjumlah 4 orang tersebut dimasukkan ke sel di dekat meja Polisi yang melakukan pemeriksaan dirinya.

Menurutnya, dia diperiksa seorang polisi yang meja kerjanya dekat dengan sel mereka ditahan selama 3 hari, dan Kiki mengaku ada menandatangani berkas di depan penyidik.

Kiki menerangkan bahwa dia bersama 3 orang temannya di keluarkan tidak bersamaan melainkan 1 persatu orang dan yang membawa mereka keluar dari Polsek Percut Seituan terdiri dari 1 orang polisi laki-laki dan 1 orang Polisi Wanita (Polwan).

Pengakuan Kiki kepada awak media, dia keluar dari Polsek Percut Sei Tuan mengeluarkan uang ibunya sebesar lebih kurang Rp 20 Juta, menurut Kiki, ke-3 orang temannya juga mengeluarkan uang yang sama dengannya yakni Rp 20 Juta per orang yang diserahkan kepada Petugas Polisi oleh keluarganya masing-masing.

Kepada wartawan, Kiki mengaku siap diperiksa polisi dari Propam Polda Sumatera Utara maupun dari Mabes Polri.

Warga minta Poldasu dan Mabes Polri melakukan pemeriksaan Polsek Percut Seituan

Warga Medan menyayangkan atas tidak diakuinya penangkapan tersebut oleh Polsek Percut Seituan dan meminta agar Propam Polda Sumatera Utara dan Mabes Polri turun untuk memeriksa kinerja Polsek Percut Seituan yang dianggap telah mempermainkan masyarakat.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *