Salah Ketik Surat Edaran Sekda Kabupaten Toba Menuai “Pujian “

Siasatnusantara – Balige || Viralnya Surat edaran Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Toba yang salah ketik menuai “Pujian”/ kritik dan tanggapan beragam dari ketua DPRD Kabupaten Toba dan penggiat di Kabupaten Toba.

Menurut Ketua DPRD Kabupaten Toba Efendi Napitupulu ” terlalu sepele ini namanya, masa surat edaran tidak diperhatikan penulisannya” ucap Efendi Napitulu melalui pesan WA (WhatsApp). Minggu (7/6/2020)

Sebelumnya Viral sebuah surat edaran dimana pada Surat tanggal 29 Mei 2020 yang ditandatangani oleh Sekda Kabupaten Toba Drs Audi Murphy Sitorus, SH. M.Si yang ditujukan kepada para pimpinan lembaga agama Se-Kabupaten Toba dan Pimpinan Rumah Ibadah Se-Kabupaten Toba terdapat beberapa salah ketikan sehingga membuat arti bahasa menjadi kurang jelas.

Surat dengan Nomor : 465/1355/Setda/2020 , Hal : Sosialisasi New Normal Covid 19 tersebut menjadi perbincangan karena adanya beberapa salah ketikan.

Dimana pada halaman pertama di sebutkan “disepakati bahwa dalam rangka menhadapi new normal…. dst ” seharusnya “DISEPAKATI BAHWA DALAM RANGKA MENGHADAPI NEW NORMAL…. dst”

Juga terdapat lagi salah pengetikan pada Lampiran Surat tersebut pada Poin 2 Huruf b disebutkan “tempat suci tangan” yang seharusnya TEMPAT CUCI TANGAN.

dan pada Poin 2 Huruf d disebutkan ” dilakukan secara mandairi oleh pihak rumah ibadah”, yang seharusnya DILAKUKAN SECARA MANDIRI OLEH PIHAK RUMAH IBADAH.

Lebih lanjut melalui pesan WA Ketua DPRD Kabupaten Toba Efendi Napitupulu menyampaikan “kita akan ingatkan sekda, agar kesalahan seperti ini jangan terjadi lagi”

Hal ini juga mendapat tanggapan dari salah satu aktivis POSPERA (Posko Perjuangan Rakyat) Kabupaten Toba Jefri Siahaan, menurut Jefri hal ini sangat disayangkan karena seorang Sekda harusnya lebih teliti tidak harusnya melakukan kecerobohan seperti ini.

Dengan sedikit keras Jefri Siahaan aktivis Pospera yang beralifiasi dengan aktivis Adian Napitupulu ini menyampaikan ” surat seperti ini bisa mengurangi marwah kabupaten kita, dengan tiga gelar akademik yang dimiliki sekda kita sekarang harusnya tidak boleh terjadi seperti ini, malu kita surat edaran seorang Sekda Kabupaten bisa seceroboh ini bagaimana pula nanti surat dari Sekdes (Sekertaris Desa) bisa kacau administrasi pemerintahan kita” sebut pJefri.

Hal senada juga disampaikan oleh St B. Pasaribu salah seorang pemuka agama (Sintua) disalah satu Gereja di Laguboti yang menyayangkan surat salah ketik dari seorang sekda, dengan tersenyum St B.Pasaribu menyampaikan mungkin Pak Sekda kita terlalu capek bekerja sehingga kurang memperhatikan isi surat yang kita terima ucap Pasaribu.

Ketika wartawan Siasat Nusantara mencoba mengkonfirmasi hal ini kepada Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Toba Drs Audi Murphy Sitorus, SH. MSi melalui pesan WA , Sabtu (6/6/2020) tidak mendapat jawaban hingga berita ini dikirim walau pada pesan WA sudah mendapat contreng dua biru (biasanya berarti sudah dibaca red). (FP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *